Sisi Lain Keindahan Pulau Bali - Nusa Penida

Sisi Lain Keindahan Pulau Bali - Nusa Penida

Nusa Penida, sekelumit keindahan Bali yang terpisah. 

Nusa Penida kini telah menjelma menjadi salah satu Destinasi Wisata Populer, khususnya di dunia maya, dunia Media Sosial.

Karena foto-foto yang tersebar di media-media sosial tentang pulau yang berada di Tenggara Pulau Bali ini memang benar-benar memikat dengan kontur alamnya yang unik.

Penasaran?

Ikuti terus dunia wisata dan kuliner dunia asa, yang kali ini mengajak anda untuk mengintip lebih jauh pesona alam nan unik dari Pulau Penida, Tenggara Bali.

Untuk sampai menuju pulau ini, kita harus menyeberang menggunakan kapal cepat, yang memakan waktu sekitar 45 menit dari Pantai Sanur, Bali.

Baca: Jika Kamu Berencana Untuk Liburan, 6 Aplikasi Ini Wajib Kamu Miliki

Destinasi Pulau ini memang populer dan terkenal dikalangan pengguna media sosial, namun walaupun begitu bukan berarti pulau ini ramai dikunjungi para wisatawan seperti di Seminyak atau Ubud, Bali.

Suasana di Pulau Penida ini relatif masih sangat sepi, antara desa yang satu dengan yang lainnya masih banyak hutan yang memisahkannya.

Dan jika dimalam hari, jalanan antar desa di pulau ini masih gelap karena belum ada penerangan jalan.

Selain itu, jalanan di pulau ini masih sangat minim rambu-rambu lalu lintas sehingga kita harus lebih berhati-hati dalam mengendarai kendaraan di Pulau ini.

Pulau Penida ini memang terkenal dengan bentuk kontur Alamnya yang unik, yang membuatnya populer di media sosial dengan foto-foto yang tersebar dikalangan pengguna internet, namun demikian pulau ini masih susah sinyal jaringan seluler.

Pada umumnya sudah mulai banyak dari warga setempat yang menjadi pemandu wisata sekaligus menjadi sopir/ driver kendaraan bermotor baik itu mobil ataupun motor.

Jadi, berwara-wiri di Sisi Lain Keindahan Pulau Bali, Pulau Penida ini pun menjadi lebih mudah.

Bukit Molenteng

Pamandu Wisata dari masyarakat setempat yang sekaligus menjadi driver akan memandu anda menuju tempat yang sungguh menakjubkan, yang berada disisi timur Pulau Penida, Molenteng.

Satu jam perjalanan dengan kendaraan bermotor untuk sampai ketempat ini. Selama perjalanan ini, akan cukup jelas menggambarkan secara keseluruhan keadaan pulau penida ini.

Yakni melalui jalan yang berbukit, sebagian beraspal mulus, dan sebagiannya lagi masih berbatu.

Dari tempat pemberhentian di Molenteng, selanjutnya kita harus berjalan kaki menuju tepi tebing Bukit Molenteng, atau yang sering disebut dengan Pulau Seribu ini.

Jalan setapak yang harus kita lalui cukup terjal, jadi diharapkan untuk berhati-hati saat menyusuri jalan setapak yang terjal dan berbatu-batu ini.

Jika anda sudah terbiasa hiking dan mendaki gunung, tentu sudah berpengalaman dan tahu harus membawa apa selama hiking, namun bagi anda yang tidak terbiasa hiking, menggunakan sepatu hiking adalah suatu pilihan tepat dan bijak, karena pijakan kaki saat menyusuri bukit terjal dan berbatu ini akan menjadi lebih mantab.

Dibagian tepi tebing yang menjorok, dengan area yang relatif kecil, dengan pemandangan sebuah pura kecil diujungnya, maka perjalanan anda sudah sampai ditempat yang super cantik dari Bukit Melonteng ini.

Dibelakang Pura nampak, tebing-tebing kecil yang menyembul dari air laut yang biru bergradasi ke zamrud.

Seperti jalan setapa tadi, sepanjang tepi tebing dipagari dengan ranting-ranting, kayu.

Walaupun mengurangi keindahan dan estitika, keberadaan pagar ini penting untuk mencegah pengunjung terjatuh dari tebing, apalagi jika semakin ramai pengunjung berlomba-lomba membuat foto keren untuk dipasang di media sosial semacam instagram, path, facebook, dan lain sebagainya.

Di kejauhan, terlihat Pantai Atuh dibawah tebing curam, putih menawan.

Untuk menunju Pantai Atuh dengan pasir putih nya yang menawan ini, kita harus turun dengan perjalanan yang lebih menantang lagi dari saat kita menuju Bukit Molenteng tadi.

Desa Sauna

Sebenarnya desa ini kurang pas dan tidak biasa dijadikan sebagai destinasi wisata kita selanjutnya, karena Desa ini bukanlah destinasi wisata para wisatawan.

Desa Sauna adalah Desa Penghasil Rumput Laut, dimana kita akan melihat sekelumit kegiatan petani rumput laut, yang cukup menarik untuk diamati.

Pasak-pasak kayu ditanam dari pantai hingga ke laut yang masih dangkal, sebagai batas area penanaman.

Menyaksikan petani-petani rumput laut yang sedang memanen hasil rumput lautnya, kedalam keranjang bambu yang mengambang diatas ban dalam mobil.

Penduduk Desa Sauna ini sangat ramah, sebagaimana memang negara kita memiliki kebiasaan dan budaya yang memang sangat ramah.

Sunset di Crystal Bay

Karena hari menjelang sore, tujuan kita selanjutnya adalah Crystal Bay.

Berlokasi di Desa Sakti, pesisir Barat Pulau Penida. Pantai ini dikenal sebagai tempat favorit untuk snorkeling, dan seperti namanya, air nya memang benar-benar jernih, sejernih kristal.

Tempat ini memang merupakan destinasi wisata, karena nya ditempat ini memang agak ramai dengan pengunjung, walaupun tidak seramai yang ada di Pulau Bali.

Ditempat ini telah disediakan tempat duduk bean bag, ataupun kursi biasa di bawah payung lebar.

Namun demikian, untuk bisa duduk disini kita harus membayar sewa atau dengan kata lain, ada tarifnya yakni:

Pengunjung Domestik : Rp50.000,-

Pengunjung Manca Negara : Rp70.000,-

Disini juga berdiri beberapa warung yang menyediakan makanan dan minuman ringan dibelakang tempat duduk.

Bagi sebagian pengunjung, pemandangan sunset ditempat ini relatif biasa saja, tidak terlalu istimewa.

Namun demikian, Crystal Bay ini cukup ramai dikunjungi wisatawan untuk ukuran Pulau Penida.

Mungkin karena aksesnya yang cukup mudah serta pantainya yang berpasir putih, halus dan membuat nyaman untuk duduk berlama-lama ditempat ini.

Sleeping Dinosour

Sebuah semenajung berbentuk mirip dinosaurus tidur menjadi tujuan wisata di Pulau Penida, Sisi Lain Keindahan Pulau Bali, berikutnya.


Image : We are Travel Girl

Berlokasi di Karang Dewa, pesisir barat, orang-orang lebih sering menyebutnya dengan Kelingking,  karena bentuknya tadi.

Semanjung ini bisa dilihat dari dua sisi, yakni dari Tebing Kelingking, dan dari Paluang, yang relatif lebih sepi.

Dibagian bawah tebing, disisi kiri dan kanan semenanjung, terdapat pantai yang dinamakan dengan Pantai Kelingking dan Pantai Paluang.

Kebanyakan pengunjung hanya bisa menyaksikan pantai dari putih bersih itu dari sisi atas tebing saja.

Namun jika anda seorang petualang sejati, anda yang suka tantangan dan merasakan sensasi wisata ekstrim, tidak akan puas rasanya jika turun kebawah, menyusuri punggun curam "sang dinosaurus". 

Sama seperti halnya di Bukit Molenteng, sepanjang jalan setapak tebing sudah ada pagar demi keamanan pengunjung.

Pesona Pasih Uug, dan Angel's Billabong

Masih dipesisir barat, sedikit ke utara dari Pantai Kelengking, adalah Pasih Uug, yang kalau diartikan "Pantai Rusak" dan terkenal dengan sebutan "Broken Beach".

Dinamakan demikian, bukan berarti pantai tersebut benar-benar rusak atau hancur, namun karena ada bagian tebing yang karangnya bolong, seolah-olah rusak.

Dan sekarang, karang bolong ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk ber swafoto, dengan latar belakang karang bolong ini.

Apalagi tebing karang ini berbentuk melingkar, membentuk semacam laguna, tapi dengan air yang beriak-riak.

Berjalan melewati jalan setapak diantara semak-semak, sampailah kita di Angel's Billabong

Berjalan disini tanpa alas kaki sepertnya akan sangat menyiksa karena medannya berbatu-batu karang tajam. 

Daya tarik utama tempat ini adalah pemandangan Water Blow, air yang terhempas tinggi begitu ombak menghantam tebing karang. Jika laut sedang tenang, memungkinkan bagi orang untuk berenang di ceruk antar tebing.

Namun, jika ombak sedang tinggi jangan sekali-kali anda untuk mencoba berenang disana, karena bisa-bisa anda terseret ombak ke lautan lepas. Bahkan untuk berdiri terlalu pinggir di ujung tebing pun tidak disarankan.

Karena pernah ada kejadian seorang pengunjung yang dihantam water blow hingga jatuh ke laut dan tidak terselamatkan.

Cukup sekian perjalan kita di sisi lain keindahan Pulau Bali, Nusa Penida. Pemandangan alam di Nusa Penida sungguh begitu mempesona, maka tidak heran tempat ini menjadi incaran para pengguna media sosial semacam instagram untuk mengambil swafoto ditempat ini.

Selain itu juga, menjadi daya tarik tersendiri bagi para petualang, yang memang menyukai olahraga ekstrim dan berwisata ekstrim serta menaklukkan alam, karena kontur alam dari Nusa Penida ini menantang untuk ditaklukkan.

Baca: Wisata Alam Untuk Olahraga Ekstrim di Bogor

Nusa Penida juga memiliki sisi kehidupan lain yang menarik untuk diperhatikan bagi anda yang memutuskan untuk lebih lama berwisata ditempat ini.

Baca juga:


Loading...
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments