Top Social

Featured Posts Slider

Image Slider

7/18/2017

Ayam Lodho, Tulung Agung Jawa Timur

Sobat, saya masih akan menyajikan ragam kuliner dari hasil jelajah dunia asa dari bagian selatan Jawa Timur. Jika sobat asa mampir dikabupaten Tulungagung jangan sampai terlewatkan untuk menyoba dan menyantap kuliner legendaris, Ayam Lodho. Warung Ayam Lodho banyak dijumpai di Tulungagung Jawa Timur. Rata-rata warung buka dari jam 8 Pagi hingga jam 8 Malam, yang banyak dikunjungi oleh pelanggan, khususnya dari luar kota seperti Malang dan Surabaya. 

Tulungagung Jawa Timur

Sobat asa pasti penasaran, bagi yang belum pernah berkunjung dan merasakan Ayam Lodho dari Selatan Jawa Timur, Tulungagung ini, Dunia Asa akan mencoba untuk mengajak sobat asa untuk langsung membuatnya. 

Bagi sobat yang sudah terbiasa memasak kari atau opor, pasti bisa membuat Ayam Lodho khas Tulungagung ini. Bumbu Ayam Lodho tidak jauh berbeda dengan bumbu kari atau opor, perbedaannya hanyalah pada cabe giling. Ayam Lodho menambahkan cabe giling, sehingga memiliki cita rasa pedas.

Bahan-bahan :
- Kunyit
- Bawang Putih
- Bawang Merah
- Jahe 
- Kemiri
- Merica Bubuk
- Ketumbar, dan
- Cabe Rawit
Haluskan semua bahan diatas.
Bumbu Ayam Lodho, Tulungagung

Bahan utama ayam lodho adalah ayam, dan biasanya menggunakan ayam kampung karena memiliki rasa lebih gurih dan daging lebih kenyal serta tidak mudah hancur apabila sering dipanaskan. 

Bersihkan 1 ekor ayam kampung, setelah itu panggang diatas bara api untuk menghilangkan bulu-bulu halus yang masih menempel pada kulit ayam. 

Setelah semua bahan siap, tumis bumbu yang sudah dihaluskan tadi, sambil ditambahkan :
- Salam
- Daun Jeruk
- Sereh

Lalu tuangkan :
- Santan
Kemudian aduk sampai mendidih. 
Masak Bumbu Santan Ayam Lodho, Tulungagung

Terakhir, masukkan ayam yang sudah dibersihkan dan dipanggang diatas bara api untuk menghilangkan bulu-bulu halusnya tadi kedalam kuah santan tadi. 

Masak kurang lebih 2 jam agar daging ayam lebih empuk dan bumbu meresap sempurna.  Bagaimana sobat asa, mudah bukan?

Ayam Lodho Tulungagung siap disajikan. Ayam lodho cocok disantap dengan nasi putih dan sayur urap. Ayam Lodho sudah menjadi masakan masyarakat Tulungagung sejak dulu, terutama dalam kegiatan-kegiatan seperti syukuran, acara-acara tradisional Tulungagung, bahkan merupakan sajian kuliner yang menjadi buah tangan. 
Ayam Lodho, Tulung Agung Siap disajikan
Meskipun sekilas terlihat seperti opor ayam, Ayam Lodho memiliki rasa yang lebih pedas dan santan yang lebih encer. Ayam Lodho mampu bertahan di suhu ruang selama kurang lebih 8 jam. 1 porsi ayam lodho diwarung-warung di Tulungagung, dihargai sekitar 16ribu rupiah. 1 ekor ayam utuh ayam lodho dihargai 80ribu rupiah. Untuk 1 paket ayam lodho, urap dan nasi putih dihargai sekitar 100ribu rupiah. 

7/17/2017

Sale Anggur Dusun Krajen Pacitan, Jawa Timur

Mungkin banyak dari sobat asa yang sudah kenal dan merasakan cemilan dari pisang ini, yang lebih dikenal dengan sale pisang. Akan tetapi di Pacitan, sale pisang diolah dan dikemas menyerupai buah anggur, dan karena itu cemilan ini dinamakan dengan Sale Anggur. Yang artinya sale ini tidaklah terbuat dari buah anggur, namun sale yang terbuat dari pisang dan dikemas menyerupai buah anggur.

Bahan utama dari sale anggur adalah pisang awak atau pisang klotok, pisang awak ini menjadi primadona di Pacitan dikarenakan merupakan komoditi yang sangat melimpah. 

Cara membuat sale anggur pacitan tidaklah terlalu susah, pertama-tama adalah dengan memilih pisang awak yang sudah benar-benar matang agar sale anggur rasanya lebih legit, manis dan tentunya mudah diproses. 

Pengolahan sale anggur di pacitan adalah sebagai upaya meningkatkan nilai jual dan mengurangi buah pisang yang terbuang sia-sia karena membusuk, yang disebabkan komoditi jenis pisang awak ini di pacitan sangat melimpah. 

Sale Anggur Khas Dusun Krajen Pacitan Jawa Timur

Setelah memilih pisang yang benar-benar matang, pisang diiris tipis dan disusun diatas "anjang" atau alas menjemur khusus sale. Selain menjadi sale, pisang awak biasanya juga digunakan sebagai makanan burung. Pisang awak juga sangat baik dikonsumsi oleh manusia, karena pisang awak banyak mengandung serat yang sangat baik untuk pencernaan.
Setelah pisang diiris tipis dan disusun diatas anjang, pisang dijemur dibawah terik matahari selama 3 hari yang dimaksud untuk mengurangi kadar airnya. Pisang yang sudah kering dijemur tadi, pisang dipanggang didalam oven yang suhunya sekitar 70 derajat celcius, untuk membunuh kuman dan menjadikan pisang lebih kering. 

Setelah kering, pisang digulung dan dikemas dengan ditutup plastik hingga berbentuk bulat. 

Terakhir, sale pisang dibungkus dengan plastik warna-warni dan plastik bening. Setelah itu, butiran sale pisang bisa dirangkai seperti buah anggur. Mudah bukan?

Sale anggur bisa disimpan selama enam bulan, semakin lama sale anggur disimpan, akan semakin membuat sale anggur legit, manis dan nikmat. 

Bagi Sobat Asa yang sedang liburan di Pacitan, sobat dapat membeli sale anggur dusun krajen ini di pusat oleh-oleh kota pacitan untuk dibawa pulang sebagai buah tangan untuk sanak keluarga dan teman-teman sobat, cukup mengeluarkan kocek sebesar 3000 rupiah untuk setiap tangkai sale anggur.

(Baca : Kue Bingka Berendam, Sambas Kalimantan Barat)
7/13/2017

Sayur Kalakan, Pacitan Jawa Timur

Bersama lagi dengan duniasa.com, blog yang secara khusus menyajikan kepada sobat Dunia Asa dengan berbagai ragam informasi menarik dari seluruh nusantara, mulai dari kebudayaannya, kulinernya dan tentu saja tempat-tempat wisata yang menarik sobat kunjungi. 

Kali ini dunia asa akan berkunjung ke Pacitan, mencicipi salah satu kuliner terkenal di Pacitan Jawa Timur, Sayur Kalakan. Meski dinamakan Sayur, sajian khas Pacitan ini terbuat dari bahan utama ikan tuna segar. Selain dapat dibuat di rumah, bagi sobat asa yang berkunjung ke Pacitan dapat menikmati sajian ini di pasar Minolia Pacitan, Jawa Timur.

Bagi sobat asa yang penasaran ingin langsung mencobanya dan ingin membuatnya dirumah, Duniasa.com akan mengajak sobat untuk membuatnya bersama-sama. Pertama-tama sobat asa harus menyiapkan bahan-bahannya terlebih dahulu, yakni :

- Ikan Tuna Segar 
Ikan Tuna Segar Untuk Sayur Kalakan, Pacitan

Untuk memilih ikan tuna segar, sobat asa mesti pandai-pandai memilihnya, yakni dengan memiliki ciri-ciri tekstur daging ikan yang kenyal, tidak berlendir dan tidak berbau yang menyengat. Ikan ini memiliki daging yang berwarna merah muda hingga merah tua.

Kemudian, potong ikannya dan jangan lupa buang tulangnya dan cuci sampai bersih.

Bagi sobat asa yang tidak suka ikan tuna, sobat bisa menggantikannya dengan ikan Tenggiri, Lamedang, Marlin hingga ikan air tawar.

Jika ikan telah dibuang tulangnya dan dicuci bersih, ikan tuna ditusuk dengan lidi dan siap untuk diasapkan diatas perapian hingga berubah warna kemerahan. 

Proses pengasapan diperlukan waktu hingga 10 Menit, dengan tujuan agar daging ikan tidak terlalu keras.

Teknik pengasapan merupakan salah satu cara pengolahan ikan dengan aroma khas asap dan merupakan salah satu cara dalam pengawetan ikan. 

Sambil menunggu pengasapan ikan tuna, sobat asa bisa menyiapkan bumbu sayur kalakan, dengan menghaluskan :
Bumbu2 Yang Dihaluskan untuk Sayur Kalakan Pacitan

- Bawang Merah
- Bawang Putih
- Lengkuas
- Kemiri
- Cabe Rawit Merah
- Garam
- Gula

Setelah halus, tumiskan bumbu hingga mengeluarkan aroma harum, kemudian tambahkan :

-  Tomat (yang telah dipotong), 
-  Daun Jeruk, 
-  Daun Salam 
-  Santan, 

Masak hingga mendidih.

Terakhir, masukkan ikan tuna yang telah diasapkan sampai benar-benar matang, kemudian angkat dan siap disajikan.
Sayur Kalakan Pacitan, Jawa Timur siap disajikan

Bagaimana sobat, mudah bukan? Kalau di Pacitan, Sayur Kalakan biasanya di sajikan dengan nasi tiwul yang dibuat dari singkong yang kaya dengan karbohidrat. Dan cocok disantap untuk makan siang, selain sedap dan gurih, Sayur Kalakan, beraroma sengit khas ikan tuna asap, tentu sangat menggugah selera santap siang sobat asa semua.

O..iya sobat, tau gak? Sayur Kalakan ternyata merupakan santapan kesukaan mantan presiden RI yang ke-6 loh, Bapak Soesilo Bambang Yudhoyono. Maklum saja, soalnya Pacitan merupakan kota kelahiran Bapak SBY mantan Presiden Republik Indonesia ke-6.

(Baca : Tempoyak Udang Ranggah, Sambas)



7/12/2017

Sambas, Kalimantan Barat Ragam Budaya dan Kulinernya

Indonesia terkenal dengan berbagai macam suku bangsa dan budayanya. Sebagai anak bangsa, kita patut bangga karena menjadi bagian dari bangsa yang besar ini. Kali ini, dunia asa akan mengajak sobat asa untuk jalan-jalan di Sambas, Kalimantan Barat. Kita cicipi berbagai ragam kuliner. Dan tentu saja jangan sampai kita lewatkan ragam budayanya.

Sambas, Kalimantan Barat

Pulau Kalimantan memang identik dengan sungainya yang besar-besar, maka tidaklah mengherankan apabila kehidupan masyarakat Kalimantan tidak terlepas dari sungai. Sungai menjadi sarana transportasi, lalu lintas barang dan manusia, juga sebagai tempat menggantungkan hidup. Sungai menjadi sumber ikan dan udang yang seakan tak ada habisnya. 

Udang Ranggah
Udang yang terdapat disungai Sambas, ukurannya ternyata besar-besar loh sobat asa, bahkan dilihat sepintas seperti lobster, jenisnya udang galah dan orang sambas menyebutnya dengan udang ranggah. Untuk mendapatkan udang ranggah di sungai sebenarnya tidaklah sulit jika sedang dalam musim tangkapnya kala kemarau. Untuk menangkapnya kita harus menyiapkan umpan yang disukai oleh udang ranggah yakni cacing nipah. Cacing nipah biasanya ditemukan di lahan kebun nipah atau disekitar rawa-rawa. Ukuran cacing nipah ini termasuk panjang loh sobat asa, bahkan bisa mencapai panjang 1,5 Meter. Bagi yang tidak mau repot mencari cacing nipah, sobat bisa membelinya dengan harga yang lumayan mahal, sekitar 10ribu rupiah per ekornya. Walaupun mahal, sobat tidak perlu membelinya banyak-banyak kok, cukup 1 ekor, sudah bisa digunakan untuk memancing udang ranggah seharian.
Udang Ranggah Sambas

Sobat akan menemui banyak sekali para pemancing udang di sungai sambas, karena udang ranggah merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat sambas yang tinggal di sekitar sungai. Harga udang ranggah termasuk tinggi dan diminati banyak orang. Udang ranggah mempunyai capit yang berwarna kebiruan, tubuhnya memanjang dan ukurannya lebih besar dari jenis udang lainnya, udang ini hidup di air dangkal dan rawa-rawa. 1 kilo udang ranggah dihargai sekitar 100-150 ribu rupiah.

Suku melayu yang tinggal di Sumatera dan Kalimantan tentunya sudah tidak asing lagi dengan tempoyak yang bercita rasa masam. Tempoyak didapat dari permentasi buah durian, tempoyak juga bisa langsung dikonsumsi sebagai lauk nasi atau dijadikan bumbu masakan. Untuk membuat tempoyak, pilih durian yang sudah terlalu matang dan berair, pisahkan daging buah durian dari bijinya, kemudian beri garam secukupnya kemudian diamkan selama 3 sampai 5 hari atau difermentasi. 

Pengantin Adat Melayu Sambas
Kenyang menikmati udang tempoyak, sekarang kita mengikuti prosesi pernikahan adat melayu. Banyak hal yang menarik yang dapat kita lihat termasuk ragam budaya yang mewarnai prosesi Pengantin Adat Melayu. 

Budaya melayu tidak bisa terlepas dari kebiasaan berbalas pantunnya, begitu juga di prosesi pesta pernikahan adat melayu di Sambas Kalimantan Barat ini. Biasanya pernikahan adat melayu sambas, dilaksanakan selama 2 hari, dimana hari 1 adalah prosesi akad nikah, yang dihadiri pihak keluarga dekat. Sedangkan hari ke 2 adalah penyambutan tamu undangan. 

Mempelai wanita dan pria yang sudah dirias akan di arak ramai-ramai menuju ke pelaminan, diiringi alat musik rebana ala timur tengah, dan musik tanjidor, berganti-gantian. Sekilas memang terlihat seperti arak-arakan pengantin betawi. Arak-arakan pengantin bertujuan untuk memberi kabar kepada masyarakat sekitar, dan dilakukan sampai ke pelaminan.

Selanjutnya dilakukan ritual becacah, atau tradisi melempar uang koin untuk diperebutkan oleh semua yang hadir. Hal ini dilakukan karena ada keyakinan yakni barang siapa yang mendapatkan uang koinnya, diharapkan mendapatkan rezeki yang semakin besar dan lancar. 

Sebagai hiburan untuk para tamu, berbagai macam seni tradisi pun ditampilkan, termasuk silat melayu dan tarian cidayu. Cidayu adalah kepanjangan dari Cina, Dayak dan Melayu. Tarian ini dibuat sebagai simbol keakraban dan toleransi dari tiga suku terbesar yang ada di pulau Kalimantan, sebagaimana dengan semboyan bangsa Indonesia Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-berbeda tetapi tetap satu jua Indonesia.

Saprahan
Setelah persembahan tarian, tamu undangan laki-laki dipersilahkan duduk di dalam taruf, atau tenda khusus yang disediakan oleh tuan rumah untuk mendengarkan petuah pernikahan hingga akhirnya makan bersama atau disebut dengan Saprahan.

Saprahan Sambas

Sapra atau Supratun dalam bahasa arab bermakna nol atau kosong. Angka nol melambangkan lingkaran, diharapkan para tamu yang datang akan saling memaafkan dan hilang segala dendam menjadi kosong kembali. Para tamu undangan duduk sila dilantai membentuk dua banjar saling berhadapan. Para pengantar makanan kemudian masuk mengantarkan baki-baki berisikan makanan secara berurutan yang disebut Besuro. 

Tradisi makan bersama saprahan menyimbolkan rasa bersama dan kekeluargaan, tidak ada beda baik secara status sosial, miskin atau kaya, semua sama saja sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Ibarat pepatah "Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah". Acara saprahan adalah puncak tradisi pernikahan adat melayu Sambas, Kalimantan Barat. Acara Saprahan sudah harus berakhir sebelum adzan sholat dzuhur berkumandang. 

Kabupaten Sambas adalah awalnya dari wilayah Kesultanan Sambas yang memiliki keterkaitan dengan kerajaan Majapahit, Kesultanan Banjar dan Brunai Darussalam. Suku melayu sambas berasal dari suku asli Kalimantan, yaitu suku Dayak. Masuknya budaya melayu dan pengaruh agama Islam, lambat laun menghilangkan jejak asal usulnya, budaya melayu menjadi semakin kuat dan jelas terlihat diberbagai sendi kehidupan Sambas termasuk pada ragam kulinernya. 

Kue Bingka banyak jenis dan macamnya, kue khas melayu ini biasanya menjadi kudapan special untuk berbuka puasa. Sekarang kita intip sedikit proses pembuatan Bingka Berendam ala Melayu Sambas yang tidak menggunakan tepung sama sekali.

Kue Bingka Berendam Sambas

Sejain kuliner berikutnya yang merupakan khas Kota Sambas adalah manisan betik, konon manisan yang terbuat dari buah pepaya ini merupakan kegemaran sultan-sultan sambas loh sobat asa. Bentuknya unik dengan aneka warna yang menggugah selera.
Manisan Betik Sambas

Songket Sambas
Kain tenun atau songket sambas mempunyai ratusan motif, dari sekian banyak motif songket sambas, yang menjadi ciri khasnya adalah motif pucuk rebung atau sujibilan. Motif pucuk rebung, bukan hanya sekedar motif saja akan tetapi memiliki filosofi yang bermakna tumbuh berkembang, namun tidak lantas menjadi sombong.

Songket Sambas

Membuat kain tenun, tidaklah semudah kelihatannya, membutuhkan keahlian, keterampilan dan membutuhkan waktu yang relatif lama. Pekerjaan untuk menghasilkan selembar kain yang sudah jadi setidaknya membutuhkan waktu minimal 1 bulan. 

Kain tenun sambas terbagi 2 : 
1. Tenun Songket
Tenun songket dibuat dari benang polosan yang disusun dalam gedokan atau alat tenun tradisional sambas. Motifnya dibuat pada saat proses penenunan.

2. Tenun Ikat
Tenun Ikat, motifnya justru dibuat sejak proses penghitungan benang. Menenun Ikat memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Penenun Ikat sudah pasti bisa membuat tenun songket, namun sebaliknya, penenun songket belum tentu bisa membuat tenun ikat. 

Untuk harga, Tenun Songket jauh lebih mahal, karena proses pembuatannya jauh lebih lama. 1 lembar tenun songket harganya berkisar antara 1,5 juta hingga 4 juta rupiah, sedangkan untuk Tenun Ikat harganya hanya berkisar dari 500ribu hingga 1 juta rupiah saja. 

Bagi sobat asa yang ingin mengoleksi tenun songket sambas ini, jangan menyimpannya sembarangan ya, sebaiknya disimpan dengan digulung atau digantung. Agar supaya benang emasnya tidak patah, sehingga kecantikan songket sambas tetap terjaga. 

O...iya sobat asa, sebagai informasi karena keindahannya, tenun songket sambas mendapat penghargaan dari UNESCO Award of Excellent for Handycraft loh, sebagai anak bangsa kita patut bangga, kerenkan.

Kain tenun songket sambas biasanya dijadikan sebagai salah satu syarat hantaran wajib pernikahan, dan ritual adat lainnya, karena itu keberadaan tenun sambas mampu bertahan hingga saat ini. 

Pantai Selimpai
Meski terkenal dengan sungai-sungainya yang besar, sambas juga mempunyai wisata pantai juga loh sobat asa. Berlokasi di Selimpai, yang berjarak kurang lebih 7 kilometer dari ibu kota kecamatan palo, dan sekitar 45 kilometer di utara kota sambas.

Pantai Selimpai Sambas

Untuk mencapainya sobat bisa menggunakan jalur darat atau jalur sungai dengan menyusuri hutan bakau. Bagi sobat asa yang menyukai sedikit petualangan saya anjurkan menggunakan jalur sungai, karena pemandangannya jauh lebih Indah dan perjalanannya juga jauh lebih mengasyikkan. 

Sepanjang sungai, sobat asa akan benyak menemui hewan endemik kalimantan yang berada disepanjang sungai, seperti Bekantan Kalimantan. Bekantan adalah primata berhidung panjang yang aktif mencari makan di pagi hingga siang hari. Menjelang senja, biasanya Bekantan akan mendekat ke kawasan sungai, dan mencari pohon besar sebagai tempat beristirahat. 

Selimpai adalah sebuah pulau yang terpisah dari daratan Kabupaten Sambas, dan masuk kedalam wilayah Desa Sebubuh, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas Kalimantan Barat. Pulau Selimpai adalah pulau tanpa penghuni yang memiliki pantai yang berpasir putih dan berhadapan langsung dengan laut Natuna. 

Uniknya, pulau selimpai berbatasan dengan dua bagian bentang alam yang berbeda. Yakni sungai Merbau dan Laut Natuna, jika sobat asa berdiri dibagian sungai, deburan ombak dan angin lautnya juga bisa dinikmati, sungai dan laut bisa terlihat dari satu pulau saja.




Manisan Betik Sambas, Kalimantan Barat

Sejain kuliner berikutnya yang merupakan khas Kota Sambas adalah manisan betik, konon manisan yang terbuat dari buah pepaya ini merupakan kegemaran sultan-sultan sambas loh sobat asa. Bentuknya unik dengan aneka warna yang menggugah selera.

Manisan Betik Sambas

Pepaya yang digunakan adalah pepaya yang masih mengkal, kupas pepaya dan cuci untuk menghilangkan getah, potong-potong dan buang bijinya. Kemudian, baru dibentuk sedemikian rupa agar terlihat cantik dan unik. Ada yang berbentuk terlihat seperti bunga dan dedaunan. Potongan pepaya yang telah dibentuk, kemudian direndam selama 5 menit, lalu kemudian rendam kembali diair kapur sirih selama 1 jam agar pepaya tidak mudah lembek. 

Selanjutnya panaskan air, cuci pepaya dengan air panas untuk menghilangkan kapur sirihnya, baru masukkan pepaya kedalam air gula yang telah diberi pewarna makanan. Ulang proses perebusan dengan air gula dan pewarna makanan selama 1 minggu. Jika gula dan pewarnanya sudah meresap susun dan tata manisan untuk disajikan agar tampilannya kian cantik. 

Manisan Betik umumnya disajikan untuk tamu yang datang dihari Lebaran. Manisan Betik, tahan hingga 1 tahun jika disimpan didalam lemari es.
(Baca : Traveling Kuliner Menjelang Malam di Kota Bogor )

Custom Post Signature

Custom Post  Signature