Dunia Asa - Dunia Wisata dan Kuliner

Dunia informasi wisata, Kuliner, Paket Tour Wisata, Resep, tips wisata, Backpacker, Wonderful Indonesia, Liburan Bersama Keluarga

Wisata Budaya dan Wisata Kuliner di Sambas, Kalimantan Barat

Indonesia terkenal dengan berbagai macam suku bangsa dan budayanya. Begitu juga Wisata Budaya dan Wisata Kuliner di Sambas, Kalimantan Barat

Sebagai anak bangsa, kita patut bangga karena menjadi bagian dari bangsa yang besar ini.



Dunia asa akan mengajak sobat asa untuk jalan-jalan di Sambas, Kalimantan Barat. Kita cicipi berbagai ragam kuliner. Dan tentu saja jangan sampai kita lewatkan ragam budayanya.

Pulau Kalimantan memang identik dengan sungainya yang besar-besar, maka tidaklah mengherankan apabila kehidupan masyarakat Kalimantan tidak terlepas dari sungai.

Sungai menjadi sarana transportasi, lalu lintas barang dan manusia, juga sebagai tempat menggantungkan hidup. Sungai menjadi sumber ikan dan udang yang seakan tak ada habisnya.


Udang Ranggah

Udang yang terdapat disungai Sambas, ukurannya ternyata besar-besar loh sobat asa, bahkan dilihat sepintas seperti lobster, jenisnya udang galah dan orang sambas menyebutnya dengan udang ranggah.



Untuk mendapatkan udang ranggah di sungai sebenarnya tidaklah sulit jika sedang dalam musim tangkapnya kala kemarau.

Untuk menangkapnya kita harus menyiapkan umpan yang disukai oleh udang ranggah yakni cacing nipah.

Cacing nipah biasanya ditemukan di lahan kebun nipah atau disekitar rawa-rawa. Ukuran cacing nipah ini termasuk panjang loh sobat asa, bahkan bisa mencapai panjang 1,5 Meter.

Bagi yang tidak mau repot mencari cacing nipah, sobat bisa membelinya dengan harga yang lumayan mahal, sekitar 10ribu rupiah per ekornya.

Walaupun mahal, sobat tidak perlu membelinya banyak-banyak kok, cukup 1 ekor, sudah bisa digunakan untuk memancing udang ranggah seharian.

Sobat akan menemui banyak sekali para pemancing udang di sungai sambas, karena udang ranggah merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat sambas yang tinggal di sekitar sungai.

Harga udang ranggah termasuk tinggi dan diminati banyak orang.

Udang ranggah mempunyai capit yang berwarna kebiruan, tubuhnya memanjang dan ukurannya lebih besar dari jenis udang lainnya, udang ini hidup di air dangkal dan rawa-rawa.

1 kilo udang ranggah dihargai sekitar 100-150 ribu rupiah.



Tempoyak

Suku melayu yang tinggal di Sumatera dan Kalimantan tentunya sudah tidak asing lagi dengan tempoyak yang bercita rasa masam.

Tempoyak didapat dari permentasi buah durian, tempoyak juga bisa langsung dikonsumsi sebagai lauk nasi atau dijadikan bumbu masakan.

Untuk membuat tempoyak, pilih durian yang sudah terlalu matang dan berair, pisahkan daging buah durian dari bijinya, kemudian beri garam secukupnya kemudian diamkan selama 3 sampai 5 hari atau difermentasi.



Pengantin Adat Melayu Sambas

Kenyang menikmati udang tempoyak, sekarang kita mengikuti prosesi pernikahan adat melayu. Banyak hal yang menarik yang dapat kita lihat termasuk ragam budaya yang mewarnai prosesi Pengantin Adat Melayu.

Budaya melayu tidak bisa terlepas dari kebiasaan berbalas pantunnya, begitu juga di prosesi pesta pernikahan adat melayu di Sambas Kalimantan Barat ini.

Biasanya pernikahan adat melayu sambas, dilaksanakan selama 2 hari, dimana hari 1 adalah prosesi akad nikah, yang dihadiri pihak keluarga dekat. Sedangkan hari ke 2 adalah penyambutan tamu undangan.

Mempelai wanita dan pria yang sudah dirias akan di arak ramai-ramai menuju ke pelaminan, diiringi alat musik rebana ala timur tengah, dan musik tanjidor, berganti-gantian.

Sekilas memang terlihat seperti arak-arakan pengantin betawi. Arak-arakan pengantin bertujuan untuk memberi kabar kepada masyarakat sekitar, dan dilakukan sampai ke pelaminan.

Selanjutnya dilakukan ritual becacah, atau tradisi melempar uang koin untuk diperebutkan oleh semua yang hadir.

Hal ini dilakukan karena ada keyakinan yakni barang siapa yang mendapatkan uang koinnya, diharapkan mendapatkan rezeki yang semakin besar dan lancar.

Sebagai hiburan untuk para tamu, berbagai macam seni tradisi pun ditampilkan, termasuk silat melayu dan tarian cidayu. Cidayu adalah kepanjangan dari Cina, Dayak dan Melayu.

Tarian ini dibuat sebagai simbol keakraban dan toleransi dari tiga suku terbesar yang ada di pulau Kalimantan, sebagaimana dengan semboyan bangsa Indonesia Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-berbeda tetapi tetap satu jua Indonesia.


Saprahan

Setelah persembahan tarian, tamu undangan laki-laki dipersilahkan duduk di dalam taruf, atau tenda khusus yang disediakan oleh tuan rumah untuk mendengarkan petuah pernikahan hingga akhirnya makan bersama atau disebut dengan Saprahan.



Sapra atau Supratun dalam bahasa arab bermakna nol atau kosong.

Angka nol melambangkan lingkaran, diharapkan para tamu yang datang akan saling memaafkan dan hilang segala dendam menjadi kosong kembali.

Para tamu undangan duduk sila dilantai membentuk dua banjar saling berhadapan. Para pengantar makanan kemudian masuk mengantarkan baki-baki berisikan makanan secara berurutan yang disebut Besuro.

Tradisi makan bersama saprahan menyimbolkan rasa bersama dan kekeluargaan, tidak ada beda baik secara status sosial, miskin atau kaya, semua sama saja sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

Ibarat pepatah "Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah". Acara saprahan adalah puncak tradisi pernikahan adat melayu Sambas, Kalimantan Barat.

Acara Saprahan sudah harus berakhir sebelum adzan sholat dzuhur berkumandang.

Kabupaten Sambas adalah awalnya dari wilayah Kesultanan Sambas yang memiliki keterkaitan dengan kerajaan Majapahit, Kesultanan Banjar dan Brunai Darussalam.

Suku melayu sambas berasal dari suku asli Kalimantan, yaitu suku Dayak.

Masuknya budaya melayu dan pengaruh agama Islam, lambat laun menghilangkan jejak asal usulnya, budaya melayu menjadi semakin kuat dan jelas terlihat diberbagai sendi kehidupan Sambas termasuk pada ragam kulinernya.


Kue Bingka Berendam

Kue Bingka banyak jenis dan macamnya, kue khas melayu ini biasanya menjadi kudapan special untuk berbuka puasa. Sekarang kita intip sedikit proses pembuatan Bingka Berendam ala Melayu Sambas yang tidak menggunakan tepung sama sekali.



Manisan Betik

Sejain kuliner berikutnya yang merupakan khas Kota Sambas adalah manisan betik, konon manisan yang terbuat dari buah pepaya ini merupakan kegemaran sultan-sultan sambas loh sobat asa. Bentuknya unik dengan aneka warna yang menggugah selera.



Songket Sambas

Kain tenun atau songket sambas mempunyai ratusan motif, dari sekian banyak motif songket sambas, yang menjadi ciri khasnya adalah motif pucuk rebung atau sujibilan.

Motif pucuk rebung, bukan hanya sekedar motif saja akan tetapi memiliki filosofi yang bermakna tumbuh berkembang, namun tidak lantas menjadi sombong.



Membuat kain tenun, tidaklah semudah kelihatannya, membutuhkan keahlian, keterampilan dan membutuhkan waktu yang relatif lama.

Pekerjaan untuk menghasilkan selembar kain yang sudah jadi setidaknya membutuhkan waktu minimal 1 bulan.

Kain tenun sambas terbagi 2 :

1. Tenun Songket

Tenun songket dibuat dari benang polosan yang disusun dalam gedokan atau alat tenun tradisional sambas. Motifnya dibuat pada saat proses penenunan.

2. Tenun Ikat

Tenun Ikat, motifnya justru dibuat sejak proses penghitungan benang. Menenun Ikat memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi.

Penenun Ikat sudah pasti bisa membuat tenun songket, namun sebaliknya, penenun songket belum tentu bisa membuat tenun ikat.

Untuk harga, Tenun Songket jauh lebih mahal, karena proses pembuatannya jauh lebih lama. 1 lembar tenun songket harganya berkisar antara 1,5 juta hingga 4 juta rupiah;

Sedangkan untuk Tenun Ikat harganya hanya berkisar dari 500ribu hingga 1 juta rupiah saja.

Bagi kamu yang ingin mengoleksi tenun songket sambas ini, jangan menyimpannya sembarangan ya, sebaiknya disimpan dengan digulung atau digantung.

Agar supaya benang emasnya tidak patah, sehingga kecantikan songket sambas tetap terjaga.

O...iya sobat, sebagai informasi karena keindahannya, tenun songket sambas mendapat penghargaan dari UNESCO Award of Excellent for Handycraft loh, sebagai anak bangsa kita patut bangga, kerenkan.

Kain tenun songket sambas biasanya dijadikan sebagai salah satu syarat hantaran wajib pernikahan, dan ritual adat lainnya, karena itu keberadaan tenun sambas mampu bertahan hingga saat ini.


Pantai Selimpai

Meski terkenal dengan sungai-sungainya yang besar, sambas juga mempunyai wisata pantai juga loh sobat asa.

Berlokasi di Selimpai, yang berjarak kurang lebih 7 kilometer dari ibu kota kecamatan palo, dan sekitar 45 kilometer di utara kota sambas.



Untuk mencapainya sobat bisa menggunakan jalur darat atau jalur sungai dengan menyusuri hutan bakau.

Bagi kamu yang menyukai sedikit petualangan saya anjurkan menggunakan jalur sungai, karena pemandangannya jauh lebih Indah dan perjalanannya juga jauh lebih mengasyikkan.

Sepanjang sungai, kamu akan benyak menemui hewan endemik kalimantan yang berada disepanjang sungai, seperti Bekantan Kalimantan.

Bekantan adalah primata berhidung panjang yang aktif mencari makan di pagi hingga siang hari.

Menjelang senja, biasanya Bekantan akan mendekat ke kawasan sungai, dan mencari pohon besar sebagai tempat beristirahat.

Selimpai adalah sebuah pulau yang terpisah dari daratan Kabupaten Sambas, dan masuk kedalam wilayah Desa Sebubuh, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas Kalimantan Barat.

Pulau Selimpai adalah pulau tanpa penghuni yang memiliki pantai yang berpasir putih dan berhadapan langsung dengan laut Natuna.

Uniknya, pulau selimpai berbatasan dengan dua bagian bentang alam yang berbeda.

Yakni sungai Merbau dan Laut Natuna, jika sobat asa berdiri dibagian sungai, deburan ombak dan angin lautnya juga bisa dinikmati, sungai dan laut bisa terlihat dari satu pulau saja.