Asiknya Menjala Ikan Kerling Sungai Koala Tangse Kabupaten Pidie - Aceh

Asiknya Menjala Ikan Kerling Sungai Koala Tangse Kabupaten Pidie - Aceh

Propinsi Nangro Aceh Darussalam menyimpan beragam hal yang menarik, dari Kota Banda Aceh, saya mengajak sobat asa untuk melanjutkan petualangan menuju Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie yang membutuhkan waktu sekitar 4 jam.

Tujuan petualangan pertama kita Kecamatan Tangse di Kabupaten Pidie adalah Sungai Koala, sungai yang merupakan pertemuan dua buah anak sungai yaitu sungai Tangse dan sungai Gempang. Sungai ini airnya jernih dan mengalir deras diantara pepohonan khas tropis yang tumbuh rimbun dan subur.

Bagi masyarakat Tangse sendiri, sungai koala merupakan sumber dan denyut nadi kehidupan mereka. Aktifitas mencari ikan telah menjadi rutinitas yang dilakukan sebagian besar masyarakat Tangse disungai Koala.

Disini kita bisa menyaksikan warga setempat yang sedang menjala ikan endemik yang ada disungai tersebut, yang oleh masyarakat sekitar disebut dengan ikan Kerling.


Kita juga bisa ikut merasakan serunya ber wisata petualangan dengan ikut menjala ikan kerling di sungai Koala ini.

Menjala Ikan Kerling Sungai Koala Tangse Kabupaten Pidie


Menjala ikan Kerling dilakukan dengan cara menyisir bagian terdalam dari sungai Koala.

Ikan Kerling atau yang dikenal juga dengan ikan Sema merupakan jenis ikan air tawar yang banyak ditemukan di Sumatera yang masuk dalam Fillum Cordata.

Ikan ini bisa mencapai ukuran yang cukup besar dengan lebar mencapai 30 CM.


Sungai Koala Tangse Aceh


Ikan yang masih sekerabat dengan ikan mas ini, sangat populer sebagai bahan pangan yang sangat tinggi, yang biasa diolah menjadi penganan khas yang banyak dicari oleh pemburu wisata kuliner yakni Asam Keueng Kerling, kuliner khas Tangse Propinsi Aceh.

Selain ikan Kerling, ada satu lagi ikan endemik yang bisa ditemukan di sepanjang sungai Koala ini, yakni ikan ileh atau belut air tawar, yang juga menjadi incaran yang banyak dicari oleh para wisatawan.


Akan tetapi, untuk mendapatkan Ileh, pancing harus diletakkan pada malam hari. Belut air tawar ini sangat berbeda dengan belut sawah, karena memiliki ukuran yang cukup besar, yang biasanya menjadi bahan kuliner khas aceh Ileh Tumeh, yang hmmm.....yummiii....lezatos..

Baca juga:


Loading...
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments