Tempat Wisata di Sulawesi Utara - Taman Laut Bunaken

Tempat Wisata di Sulawesi Utara - Taman Laut Bunaken

Baca juga:

Taman Nasional Bunaken adalah salah satu tempat wisata di Sulawesi Utara yakni taman laut bunaken yang terdapat di laut seluas 890,65km2 terletak di ujung utara Sulawesi, sebelah timur Indonesia. Konon katanya dulu, sekitar empat puluh tahun yang lalu, seekor naga laut pernah terlihat di tempat ini.

Tempat Wisata di Sulawesi Utara - Taman Laut Bunaken


Tiga persen dari luas taman nasional Bunaken ini adalah daratan, termasuk diantaranya Pulau Bunaken, Manado Tua, Mantehage, Nain dan Siladen. Penduduk Desa Siladen menggambarkan sosok ‘mistis’ itu sebagai makhluk yang memiliki kepala kuda dan tubuh ular, dengan panjang lebih dari lima meter. Seperti yang dikasihkan oleh salah seorang penduduk Desa kepada saya.
Tempat Wisata di Sulawesi Utara
"Seekor clownfish merah muda berlindung di anemon keranjang di lereng karang curam di Bunaken."

Para nelayan di Siladen ini juga konon katanya pernah melihat sosok misterius ini sedang merayap di atas terumbu karang yang indah dekat pantai sebelah barat dalam temaram cahaya senja.

Penduduk Desa yang menceritakan bahwa dirinya pernah melihat naga laut itu sudah lama sekali, dulu waktu ia masih kanak-kanak, namun hal itu masih segar dalam ingatannya hingga saat ini. Namun sekarang, anehnya, setelah hampir 45 tahun, penduduk Desa Siladen tak pernah lagi melihat sosok naga laut tersebut.

Suatu hal yang rasanya tidak mungkin bila makhluk ini bisa bersembunyi dari komunitas di mana banyak anak-anak desa setempat biasa bertemu dengan makhluk laut di taman nasional bunaken ini sejak mereka lahir. Akan tetapi bila kita melihat dari sisi geografi Siladen, hal itu mungkin saja terjadi.

Berada di Taman Laut bagian Timur ujung, perairan di sekitar kepulauan Bunaken ini memiliki kedalaman hingga 1.566 meter, sehingga sangat mungkin memang menjadi tempat persembunyian makhluk langka yang menghabiskan seluruh sisa hidupnya tanpa sinar matahari.

Dan baru-baru saja ditemukan pada tahun 2008, seekor spesies baru binatang laut ditemukan disini, di taman nasional Bunaken. Jadi, masuk akal bila nanti di kemudian hari, sang naga laut yang belum dapat ditemukan hingga bertahun-tahun lamanya ini suatu saat nanti akan ditemukan.

Keanekaragaman biota laut Bunaken menjadikan pulau ini destinasi wisata yang sangat populer, tak hanya bagi ilmuwan kelautan, tetapi juga bagi para penyelam. Memiliki lebih dari 90 jenis ikan dan 390 macam karang, seorang penyelam kawakan dan telah lama malang melintang di dunia bawah laut, bahkan bisa mendapati makhluk laut yang baru, yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.

Dr. Lida Pet Soede Direktur "World Wildlife Fund for Nature's Coral Triangle Program" yakni sebuah usaha konservasi berskala internasional untuk taman laut di Indonesia, Malaysia, Papua, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon dan Timur Leste, mengatakan: “Bunaken ini seperti miniaturnya ‘Coral Triangle’,”.

“Memiliki lokasi konservasi yang dimulai dari hutan bakau, dinding karang vertikal setinggi 25-50 meter hingga dasar laut di mana terdapat binatang laut yang sangat besar,” katanya lagi.

Karena itu dengan diiringi rasa penasaran dan semangat tinggi, saya pun menyusuri dasar laut dekat terumbu karang yang indah di Alung Banua.

Kita tidak akan pernah tahu, apa yang akan kita temui dilautan luas nan terbuka seperti ini. Seperti halnya yang saya dengar tadi malam, sehari sebelum saya memutuskan untuk menyelam menyusuri dasar laut dekat terumbu karang Alung Banua, seorang penyelam sekaligus pemilik bungalow terbaik di taman nasional laut bunaken ini, serta sosok dibalik Siladen Resort and Spa, tempat saya menginap.

Daniele, bercerita bahwa di Taman Laut ini baru saja terlihat penampakan hiu paus dan paus kepala kotak, yang cukup terkenal dikalangan penyelam professional.

Tempat Pembakaran Batu Bata di Siladen


Mata tajam para penyelam di Pulau Siladen cepat menangkap hal tak biasa saat kembali ke vila mereka setelah menyelam di pagi hari. Beberapa pohon beringin yang besar dan rimbun dengan akarnya yang panjang banyak terdapat di sepanjang pantai.

Bangunan-bangunan yang besar mengingatkan pada kuil Angkor Wat di Kamboja yang terkenal, tetapi bedanya bangunan di Siladen ini baru saja dibangun.

Di akhir tahun 1800-an, Belanda membuat batu bata di pulau ini untuk kemudian dikirim ke Manado. Di hari yang tak berangin di bawah matahari khatulistiwa, jelas terbayang betapa panasnya bekerja di tungku pembakaran dengan bahan bakar kayu yang menyala.

Tempat Menginap - Siladen Resort & Spa


Penyelam adalah sekelompok orang yang gemar bersosialisasi. Kumpulkan para penyelam dalam satu ruangan, maka mereka bisa berdiskusi hingga berjam-jam, berbagi pengalaman menyelam ataupun tempat menyelam terbaru.

Siladen Resort and Spa yang terletak di Taman Nasional Bunaken Sulawesi Utara ditujukan bagi mereka yang mencintai olahraga menyelam. Mulai dari vila-vila di sepanjang pantai hingga kapal laut yang akan mengantar mereka ke tempat menyelam terbaik di dunia.

Dan jadwal santap malam yang akrab, membuat semua orang berkumpul dan menceritakan pengalaman mereka. Resor ini memudahkan Anda menambah teman dengan sesama tamu.

Bagi mereka yang tak suka menyelam, resor ini juga menyediakan expedisi menonton lumba-lumba atau paus pilot, melintas alam di hutan Tangkoko, atau melihat lebih dekat budaya Minahasa di pegunungan dekat Manado. Untuk harga dan ketersediaan kamar, silah kunjungi siladen,com.

Kuliner - Manadonese Fish Curry


Kari ikan khas Manado, santan manis dengan beragam rempah yang dimasak bersama hasil laut yang segar bisa membuat Anda mengira belum memesan hidangan utama, tetapi langsung ke pencuci mulut. Hidangan ini disajikan bersama nasi dan irisan mangga segar.

Sebagai seorang pecinta fotografi dan penikmat gambar keindahan alam khususnya keindahan alam bawah laut, tentu saya sangat bahagia ketika saya mendapati banyak sekali biota laut langka yang ada di taman nasional bunaken ini.

Tempat Wisata di Sulawesi Utara

Sebut saja "gurita biru", seekor biota laut langka yang hanya ada disalah satu taman nasional di Indonesia, yang memang keindahan alam Indonesia sudah sangat terkenal hingga mancanegara.

Akan tetapi gambaran pemandangan bawah laut tersebut tidak dapat menandingi perasaan saya ketika saya menangkap momen di mana sekelebat bayangan seekor hiu paus melewati kami. Seketika saja saya merasa seperti seorang petualang dan sekaligus seorang ilmuwan kelautan ternama.

Belumlah lama kami menyelam menyusuri tempat wisata di Sulawesi Utara ini, yang merupakan tempat wisata manado, Taman Nasional Bunaken terdapat di daerah ujung utara sulawesi. Kami rasa baru sekitar sepuluh menit menyelam, kami kembali bisa melihat biota laut langka lainnya, yakni seekor penyu langka yang melintas, segerombolan ikan badut, dan kepiting berwarna putih bintik-bintik yang hidup di tengah-tengah anemon.

Tanpa terasa, memori kamera DSLR EOS saya bawa langsung penuh, akan tetapi saya masih tetap optimis bahwa saya akan dapat bertemu dengan makhluk laut lainnya yang lebih spektakuler lagi.

Tak terasa, satu jam lamanya kami menyelam, oksigen dalam tabung yang kami kenakan pun memaksa kami untuk kembali naik ke permukaan.

Pemandu kami saat itu, Ibeth mengisyaratkan saya untuk berhenti sejenak sekitar tiga meter dari permukaan. Lalu kemudian tiba-tiba, segerombolan ikan pun lewat, bersinar keperakan hingga tampak ke permukaan, sungguh suatu pemandangan yang tak terlupakan selama hidup saya.

Sedangkan dari atas kapal, dua orang penyelam lainnya yang berasal dari Belanda dari kelompok wisatawan lainnya dengan bahagianya menunjukkan foto-foto yang terekam dikamera digital mereka.
"Kau tadi lihat?" Tanya salah satu dari mereka.

“Lihat apa?” tanya temannya kembali.

"Paus hiu!" ujar temannya yang lain, setengah berteriak dengan senyum yang mengembang.

Pada layar kamera digital mereka tampak siluet makhluk laut raksasa itu. Tak berhasil melihat paus hiu sungguh hal yang sangat disayangkan.

Tempat Wisata di Sulawesi Utara

Tetapi kami tidak akan berkecil hati, kami masih memiliki waktu beberapa hari lagi di sini, dan menyelam itu ibarat sebuah permainan togel, untung-untungan, dimana Anda bisa saja melihat sesuatu yang menakjubkan, yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, maupun sebaliknya, tidak mendapatkan apa-apa.

Setelah cukup berisitrahat dan mengganti tabung oksigen, satu jam kemudian, kami pun sudah menyelam lagi.

Kali ini kami menyelam di Depan Kampung, yakni sebuah tempat wisata di Sulawesi Utara berupa sebuah situs menyelam di utara Pulau Bunaken.

Taman Terumbu Karang yang dangkal, yang dimeriahkan sekelompok ikan kakaktua, ikan damselfish, dan biota laut lainnya yang berenang menghindari karang yang terbentang sejauh mata memandang.

Saya sempat merasa pusing sekejap tatkala arus air laut berputar dan membuat saya membentur tebing. Namun, kemudian setelah itu, kembali saya mencari-cari penampakan makhluk misterius itu di dasar laut Bunaken seraya membayangkan sosok naga laut yang yang melegenda yang menjadi cerita sehari-hari masyarakat kepulauan Bunaken.

Sinar matahari menembus lautan ketika mata saya menangkap sosok penyu hijau yang sedang berenang ke permukaan. Hanya dengan sedikit menggerakkan scuba fin yang saya kenakan, saya sudah berada di permukaan laut, ikut berenang di sampingnya.

Mata penyu yang tajam itu menatap sosok asing yang sedang berusaha keras mengimbangi laju sang penyu.

Selang beberapa menit bersama binatang laut ini, saya pun berhenti berenang untuk mengabadikan gambar biota laut "penyu hijau" yang berenang kembali kedasar lautan Taman Nasional Bunaken.
Advertisement

Loading...
Buka Komentar
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments