Wisata Banyuwangi Pesona Alam Kota Festival "The Sunrise of Java"

Wisata Banyuwangi Pesona Alam Kota Festival "The Sunrise of Java"

Berada di ujung timur Pulau Jawa, menjadi daerah pertama yang disinari matahari setiap harinya, Banyuwangi pun dikenal dengan "The Sunrise of Java". Kelebat sinar mentari yang berpendar menyeruak sampai ke setiap sudut wilayah yang terkenal sebagai rute darat tujuan Pulau Bali.

Daerah terluas di Jawa Timur ini, yang bahkan malah terluas di Pulau Jawa - BANYUWANGI memiliki daratan yang terdiri dari dataran tinggi berupa pegunungan dan perkebunannya, serta dataran rendah dengan garis pantai nya yang cukup panjang, membujur dari utara hingga selatan membuat Banyuwangi memiliki kekayaan biota taut yang berlimpah.

Berbanding lurus dengan kekayaan alam yang melimpah yang dimiliki Banyuwangi. Deretan Agenda Wisata Banyuwangi yang sarat akan nilai-nilai luhur kebudayaan Banyuwangi yang tidak lepas dari sejarah Kerajaan Blambangan. Kerajaan Hindu Blambangan yang dipimpin oleh Pangeran Tawang Alun pada masa kolonial, yang merupakan kerajaan hindu terakhir di pulau Jawa.

Baca: 5 Destinasi Wajib Saat Traveling to Banyuwangi - Sunrise of Java

Selain agenda wisata banyuwangi yang sarat akan nilai kebudayaannya, juga sarat akan hiburan, sehingga menjadikan Banyuwangi Tourism sebagai tujuan utama para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Agenda Wisata Banyuwangi sepanjang tahun tersebut terangkum dalam "Banyuwangi Festival" atau "B-Fest". Beberapa diantara bahkan menjadi festival yang rutin dinanti para wisatawan antara lain:

  1. Festival Gandrung Sewu
  2. Kebo-keboan
  3. International Tour de Banyuwangi ljen
  4. Banyuwangi Ethno Carnival

TIGA TAMAN NASIONAL BANYUWANGI

Taman Nasional Baluran - Banyuwangi

Ingin merasakan sensasi padang sabana yang lengkap dengan satwa-satwa liarnya, kita tidak harus jauh-jauh pergi ke Afrika, karena Banyuwangi pun memilikinya. Kawasan Taman Nasional Baluran dengan Sabana Bekol nya, dan di Kawasan Taman Nasional ALas Purwo dengan Sabana Sadengan nya dengan sangat mudah akan kita jumpai sekawanan banteng, rusa, monyet ekor panjang, serta burung merak yang hidup berdampingan di padang sabana, layaknya seperti di Afrika.

Bahkan tidak hanya itu, Sabana Bekol di Kawasan Taman Nasional Baluran mendapat julukan sebagai "Africa Van Java" karena kemiripannya dengan sabana yang berada di Benua Afrika sana.

Taman Nasional Alas Purwo - Banyuwangi

Namun jika kita masuk ke dalam kawasan hutan Taman Nasional Alas Purwo, kita akan merasakan suasana dan aura yang sangat berbeda. Kita akan terasa dibius dengan rerimbunan flora yang tumbuh di kawasan Taman Nasional Alas Purwo ini. Aroma wangi yang khas, yang keluar dari pepohonan pinus, ditambah lagi dengan adanya Pura Luhur Giri Salaka menjadikan Taman Nasional Alas Purwo terasa begitu sakral dan penuh dengan misteri.

Pura Luhur Giri Selaka dibangun untuk acara keagamaan umat Hindu, yang salah satunya adalah "Upacara Pagerwesi" serta biasanya diadakan setiap 210 hari sekali menurut penanggalan Hindu. Tidak jauh dari pura, kita akan menjumpai Situs Kawitan, situs peninggalan Kerajaan Majapahit yang terkenal sangat keramat dan memiliki banyak sekali aura mistis dan konon katanya dipercaya sebagai bukan sembarangan situs.

Taman Nasional Meru Betiri - Banyuwangi

Taman Nasional Meru Betiri memang tidak memiliki Padang Sabana sebagaimana halnya dengan Taman Nasional Alas Purwo dan Taman Nasional Baluran, namun demikian kita tetap masih bisa menjumpai beragam flora dan fauna langka yang tersebar di kawasan Taman Nasional Meru Betiri ini.

Selain keragaman flora dan faunanya, kita juga bisa menikmati wisata pantai, wisata hutan mangrove hingga wisata gua di kawasan Taman Nasional di Banyuwangi ini. Diantaranya:

Taman Nasional Baluran Banyuwangi, dengan objek wisata:

  1. Wisata Pantai Buma Banyuwangi
  2. Wisata Hutan mangrove Banyuwangi

Taman Nasional ALas Purwo Banyuwangi, dengan objek wisata:

  1. Pantai Trianggulasi Banyuwangi
  2. Pantai Pancur Banyuwangi
  3. Wisata gua di Banyuwangi

Taman Nasional Meru Betiri Banyuwangi, dengan objek wisata:

  1. Pantai Sukamade Banyuwangi
  2. Pantai Teluk Hijau Banyuwangi

Jika anda ingin mengunjungi beberapa lokasi objek wisata di Ketiga Kawasan Taman Nasional Banyuwangi tersebut diatas, baiknya anda menggunakan mobil 4WD (Four Wheel Drive - Double Gardan) atau sejenisnya.



PESONA GUNUNG IJEN BANYUWANGI YANG MENDUNIA

Aktivitas di kawasan Wisata Gunung Ijen yang mulai menggeliat dimulai sejak dini hari dengan diiringi udara dingin yang menusuk hingga ke tulang, kita akan menjumpai para wisatawan yang bersiap mendaki untuk menyambangi Kawah ljen dan menyaksikan kecantikan api biru atau blue fire yang telah mendunia tersebut. Bahkan kabarnya api biru atau blue fire ini hanya ada dua di dunia, yaitu di Islandia dan Kawah ljen.

Melihat keadaan sekitar, sesaat kita akan merasa asing di kawasan ini karena mayoritas pengunjung Gunung ljen adalah wisatawan mancanegara, terutama Wisatawan Perancis. Pendakian menuju Kawah Gunung Ijen ini memerlukan waktu normal mendaki 3-4 jam, dengan medan tracking tanah berpasir hingga bebatuan terjal, dan dengan kemiringan sekitar 40 derajat.

Sedangkan pertunjukan spektakuler yang hanya ada dua tempat didunia ini, yakni pertunjukkan api biru dapat kita saksikan dari pukul 01.00 hingga pukul 04.00 dini hari. Langit malah cerah yang berhamburan bintang akan menjadi teman pendakian kita menuju Kawah Gunung Ijen.

Menjelang matahari terbit setelah puas menyaksikan keindahan pesona api biru Kawah Gunung Ijen, para wisatawan akan segera bergegas menuju puncak Gunung ljen, demi untuk mengabadikan momen matahari terbit (The Sunrise of Java). Saat matahari mulai tinggi, kita akan disuguhkan pemandangan hutan mati di kawasan sekitar Puncak Gunung ljen yang berketinggian 2.443 mdpl ini.

Hijaunya perbukitan, Gunung Raung yang menjulang tinggi tampak dari kejauhan. Sangat disarankan untuk para wisatawan agar mendaki Gunung ljen tidak lewat dari jam 10.00, dikarenakan tebalnya kepulan asap belerang. Yang jika kita hirup akan sangat berbahaya bagi pernapasan karena asap belerang ini beracun.

Namun mirisnya, di balik pesona nya yang tersohor hingga ke berbagai bangsa didunia, ternyata Kawah ljen juga menyimpan sebuah cerita tentang perjuangan dan pengorbanan para penambang belerang tradisional yang berjuang untuk menyambung hidup mereka dikawasan ini. Berawal dari pagi hari, langkah para penambang berjibaku dengan langkah para wisatawan yang masing-masing memiliki niat dan tujuan berbeda.

Para penambang yang hanya mengenakan sepatu boots bahkan ada diantaranya hanya beralaskan sandal jepit, pakaian seadanya dan berbahan tipis, bahkan terkadang tanpa masker penutup hidung. Dengan keranjang kayu sederhana yang berisi bongkahan belerang seberat 60 - 100 kilogram yang mereka pikul menjadi pemandangan tersendiri bagi wisatawan.

BANYUWANGI - SURGANYA PESELANCAR DAN PENYU LAUT

Memiliki garis pantai yang cukup panjang dengan letak geografisnya yang berbatasan dengan Samudra Hindia, menjadikan Banyuwangi memiliki wisata pantai yang terkenal dikalangan para wisatawan lokal hingga wisatawan mancanegara. Ganasnya deburan ombak dipantai Banyuwangi menjadikan Banyuwangi sebagai tempat favorit bagi para peselancar dari berbagai belahan dunia.

Bahkan tidak jarang pula para peselancar ini bisa menghabiskan waktu hingga berhari-hari, bahkan berminggu-minggu hanya untuk menyalurkan hobi mereka. Beberapa pantai yang terkenal dikalangan peselancar, diantaranya Pantai Plengkung (G-Land) dan Pantai Pulau Merah.

Tingginya ombak memberikan kepuasan tersendiri bagi penikmat selancar. Berdasarkan survey dari beberapa peselancar, Pantai Plengkung memiliki ombak terbaik kedua setelah Hawaii, sehingga mayoritas peselancar di pantai ini merupakan peselancar yang sudah mahir dan professional.

Sedangkan bagi para peselancar pemula (amatir) bisa menyambangi Pantai Pulau Merah. Karena ketinggian ombak di pantai ini 3-5 meter, tidak sebesar dan setinggi di Pantai Plengkung sehingga sangat pas untuk peselancar kelas pemula atau amatir. Dasar laut yang berupa pasir halus semakin menambah rasa aman bagi para peselancar pemula. Kita juga bisa menikmati panorama matahari tenggelam yang sangat indah untuk diabadikan dipantai Banyuwangi ini.

Tidak hanya peselancar, pantai-pantai di Banyuwangi juga seringkali menjadi rumah bagi penyu-penyu. Salah satu contohnya adalah Pantai Sukamade yang masuk di dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Akses jalan yang sulit dan memacu adrenalin menjadikan kawasan pantai ini tidak cukup ramai wisatawan, sehingga penyu-penyu senang bertelur di sini. Pantai Sukamade juga memiliki penangkaran penyu . Jenis­jenis penyu yang dapat kita temui di pantai ini adalah Penyu Hijau, Penyu Sisik, Penyu Slengkrah, dan Penyu Belimbing. Wisatawan pun diijinkan melihat aktivitas penyu bertelur dengan syarat tidak mengganggu ketenangan penyu.

Baca: Paraland Majalengka Resort, Ikon Baru Parawisata Jawa Barat

Jika ingin mengunjungi penangkaran penyu yang tidak jauh dari pusat kota, kita bisa mendatangi Pantai Cemara di Desa Pakis, Kota Banyuwangi. Pantai ini memiliki tempat konservasi penyu yang dimulai pada tahun 2013 lalu. Konservasi penyu di Pantai Cemara masih dikelola secara sederhana oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) masyarakat disekitar kawasan pantai.

Di sini kita akan diajak mempelajari kegiatan penetasan telur penyu (pada habitat semi alami atau inkubasi), pemeliharaan tukik, serta pelepasan tukik ke lautan lepas. Selain penangkaran penyu, di kawasan Pantai Cemara juga terdapat konservasi hutan cemara yang menjadi ciri khas dari salah satu dari banyak pantai di Banyuwangi ini. Para Wisatawan bisa menyusuri lorong hutan cemara yang terasa menyejukkan, walaupun disaat siang hari. Happy Traveling!

Baca juga:


Loading...
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments