Widget HTML Atas

Wisata Balikpapan - Kota Minyak di Kalimantan

Balikpapan kota Metropolis yang telah lama memikat para profesional asing, di Kalimantan ini yang juga dijuluki sebagai ‘kota minyak’, kini sedang menuju masa depan yang cerah sebagai kota tujuan pariwisata. 

Tempat Wisata di Balikpapan


Berada dikota ini, dan berbaur serta bertemu penduduk lokal di Balikpapan Kalimantan ini kita akan menemui penduduknya yang banyak mengaku berasal dan asli penduduk Balikpapan Kalimantan, akan tetapi pada akhirnya akan terungkap dengan sendirinya bahwa kebanyakan dari mereka lahir dan berasal dari Sulawesi, Jawa, Bali dan Sumatera.

Wisata Balikpapan Kota Minyak di Kalimantan Image: Kompasiana

Sering disebut sebagai ‘Kota Minyak’, Balikpapan telah resmi menjadi kota dengan jumlah migran/ pendatang terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Dan bukan suatu hal yang mustahil jika suatu saat nanti, Kota Balikpapan akan menjadi salah satu kota paling metropolis di dunia.

Tidak sulit juga menemukan penduduk asli daerah ini, yang walaupun banyak para ahli yang percaya bahwa suku Dayak yang merupakan suku asli Kalimantan tidak pernah tinggal di kota ini.

Sejarah Balikpapan


Dahulu, sebelum minyak bumi ditemukan pada tahun 1897 di Balikpapan, sejarah Balikpapan, sejarah Kota ini tidak lebih dari sebuah desa kecil tempat Nelayan Bugis tinggal dan terisolasi dari peradaban.

Dengan dibukanya bandara baru (terbesar kelima di Indonesia) semakin memberikan harapan perubahan yang akan terjadi dan menjadi kenyataan terhadap kota ini, terutama dalam mewujudkan impian Balikpapan untuk menjadi salah satu kota impian tujuan wisata dunia.

Di sepanjang jalan bebas hambatan di tepi laut, jalan yang kerap disebut sebagai Jalan Minyak, dibangun membentuk sebuah tikungan besar antara hamparan hijau Lapangan Merdeka dan pantai kecil bernama Kemala, yang mana ruas jalan di sepanjang taman akan ditutup setiap hari Minggu. 

Karena tempat ini menjadi pusat keramaian di pulau Kalimantan dalam waktu beberapa jam saja.

Tempat Nongkrong di Balikpapan


Penduduk kota akan mulai memenuhi area ini dari sejak pagi, hanya untuk sekedar berlari pagi, bersepeda, bermain skateboard atau sekedar berjalan kaki di sepanjang lintasannya, atau hanya sekedar sebagai tempat nongkrong di Balikpapan. 

Pengunjung tempat ini cukup menarik perhatian disaat-saat mereka bersantai menikmati suasana hiruk-pikuk yang ceria di minggu pagi. Dikala matahari telah mulai terik, orang-orang mulai meninggalkan tempat ini untuk menuju hamparan pantai pasir putih yang luas di Pantai Manggar.

Pantai Kemala Balikpapan


Pantai Kemala Balikpapan yang cukup terkenal di Kota Balikpapan tempat para wisatawan baik lokal maupun mancanegara menikmati wahana wisata bahari dengan menyewa ban pelampung dan banana boat untuk bermain di laut.

Desa Manggar hingga saat ini masih tetap menjadi sebuah desa yang berhiaskan hamparan kapal-kapal nelayan dan perahu kecil yang mencolok berwarna-warni. 

Jaring penangkap ikan terbentang disepanjang pantai dengan bocah-bocah yang bermain, melompat dari jembatan untuk terjun ke laut dan berenang di air laut yang bening nan menyegarkan. Sungguh pemandangan yang mendamaikan jiwa.

Puas menikmati keceriaan minggu pagi di jalan bebas hambatan di tepi laut, diantara hamparan hijau lapangan merdeka dan pantai kecil bernama Pantai Kemala, serta melihat anak-anak bermain, melompat dan berenang dilaut tenang, jernih dan menyegarkan, saatnya untuk mencicipi sesuatu yang khas dari daerah ini. 

Mencicipi kepiting di ujung kota, untuk mengisi perut yang mulai bergemuruh minta diisi. Kenari yang dikenal sebagai tempat menyantap kepiting yang populer di Balikpapan, jangan sampai anda lewatkan, karena saking populernya tempat ini, Kepiting yang menjadi makanan khas Balikpapan ditempat ini cepat habis dan restoran tersebut biasa tutup di siang hari.

Balikpapan kini telah jauh berubah. Dari tempat yang masih merupakan pemukiman nelayan Bugis, yang keramaiannya masih berpusat di dekat pantai, geliat kehidupan masyarakatnya berawal di sekitar pasar ikan Klandasan, yang sampai saat ini masih menjadi pusat aktivitas masyarakatnya.

Keramaian kota berpindah ke Jalan Kayu disekitar Restoran Ocean, dikala hari menjelang malam. Wisata malam di Balikpapan, direstoran Ocean yang merupakan sebuah restoran yang menghidangkan aneka hidangan seafood, pasta Italia, kepiting raksasa dari Alaska atau vindaloo India. 

Menikmati hidangan laut, pasta Italia, serta kepiting raksasa dari Alaska sambil menyaksikan kilatan cahaya kilang minyak lepas pantai yang jauh dicakrawala, sejauh mata memandang sungguh merupakan pengalaman santap malam yang sangat mengesankan.

Wisata Balikpapan


Jika ingin menikmati suasana senja di Balikpapan Kalimantan, diatas Kota Minyak, Skybar yang terletak diatas gedung Senyuir Hotel, adalah tempat yang tepat dan paling terkenal di Kalimantan ini. 

Akan tetapi jika ingin mendapatkan pemandangan yang jauh lebih baik lagi, cobalah menuju beranda yang berpetak-petak dan taman labirin Open House.

Namun, sesungguhnya kita masih sangat jauh dari ‘Jantung Pulau Kalimantan’. Akan tetapi, jika kita ingin mencoba suasana hutan tropis yang memang menjadi ciri khas dari Pulau Borneo ini, cobalah untuk mengunjungi Hutan Lindung Sungai Wain. 

Konon katanya hutan ini merupakan area terluas dataran hutan tropis yang tersisa di Kalimantan dan juga merupakan rumah dari beragam habitat asli dari binatang-binatang liar, diantaranya orang utan, beruang madu, macan tutul dan burung rangkong.

Wisata Balikpapan, berupa hutan yang terkenal sebagai tempat terakhir yang ada di dunia untuk melihat burung Merak Liar Kalimantan. Pelaku industri wisata berskala kecil telah membangun tempat ini (Sungai Wain), yang diperuntukkan bagi para peneliti burung yang datang khusus hanya untuk melihat pemandangan alam yang tak ternilai ini.

Posting Komentar untuk "Wisata Balikpapan - Kota Minyak di Kalimantan"