Dunia Asa - Dunia Wisata dan Kuliner

Dunia informasi wisata, Kuliner, Paket Tour Wisata, Resep, tips wisata, Backpacker, Wonderful Indonesia, Liburan Bersama Keluarga

Wisata Alam di Ketinggian Sumatera Utara - Kesejukan Berastagi

Sumatera Utara memiliki pesonanya sendiri. Propinsi yang terkenal dengan orang Batak nya ini memang tidak akan ada habisnya untuk kita singgahi, kita nikmati, kita jelajahi. Segala macam pesona alam yang disajikannya, akan membuat kita ingin kembali lagi kesini, melepas semua kerinduan atas keindahan alam yang disuguhkannya. Setelah sebelumnya kita menjelajahi Wisata Alam Danau Toba Samosir - Tanahnya Orang Batak, kali ini Berastagi yang mengantarkan saya untuk kembali berpetualangan di tanah nya orang batak, mulai dari wisata alam hingga kuliner, semua akan saya rangkum di Dunia Asa - Dunia Wisata dan Kuliner.



Berastagi salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang menebarkan hawa sejuk bagi siapa saja yang menyambanginya, yang berada pada ketinggian 1.300 MDPL. Rasa penasaran dan ingin segera menginjakkan kaki ke kota ini untuk menyusuri satu persatu objek wisata yang ada disana, dengan segala keindahan alam yang dimilikinya membuat peringatan akan adanya erupsi debu dari Gunung Sinabung, tidaklah menyurutkan semangat saya untuk menyambangi kota nan indah ini.

Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 3 jam dari Bandara Kualanamu, Medan yang melintas jalur jalan raya Lintas Sumatera, dengan kondisi jalan yang sudah bagus dan rapi dengan pemandangan alam tropis khas sumatera, menjadikan perjalanan saya serasa singkat dan menyenangkan hingga saya tiba di kota Berastagi yang memang terkenal dengan kesejukannya dan keindahan alamnya yang hijau.

Menginap di daerah Gundaling yang terkenal dengan panorama alamnya serta udaranya yang menyejukkan menjadikan petualangan saya sungguh berkesan. Kota ini terkenal dengan produksi sayur-sayurannya terutama sayur kol, yang mana memang sayuran akan tumbuh subur didaerah pegunungan yang sejuk. Karena itu, kita akan melihat dan disambut ikon kota Berastagi yakni Tugu Kol, saat tiba dikota ini, yang penuhi dengan hiruk pikuk masyarakatnya yang tampak sibuk berlalu lalang menjalankan aktifitas mereka masing-masing. Penduduknya yang terkenal ramah akan dengan senang hati menjawab pertanyaan-pertanyaan saya saat akan mencari jalan atau tempat dikota ini. Sikap toleransi yang terlihat disini sangat kuat, dan merupakan salah satu ciri dari kota ini dengan keberagaman etnis yang ada di Kecamatan Karo Sumatera Utara ini.



Tempat Wisata di Berastagi:

Di Berastagi, yang pertama kita dapatkan adalah menikmati keindahan alamnya, objek-objek wisata nya, serta merasakan sejuknya udara pegunungan di daerah yang terkenal dengan Gunung Sinabung nya ini. Berbicara tentang salah satu gunung api di Dataran Tinggi Karo ini cukup membuat kita takjub, apalagi saat dilihat dari dekat. Gunung Sinabung yang menurut catatan sejarah yang ada, sejak tahun 1600 tidak pernah meletus, akan tetapi pada tahun 2010 yang lalu gunung dengan ketinggian 2451 meter tersebut kembali aktif dan terus mengeluarkan abu vulkaniknya hingga sekarang.

Tidak ingin membuang kesempatan dan ingin memanfaatkan waktu berkunjung yang singkat, saya segera menuju Bukit Gundaling, yang merupakan tempat atau spot terbaik untuk menikmati keindahan Gunung Sinabung. Bukit Gundaling menjadi sebuah obyek wisata yang cukup ramai, apalagi saat akhir pekan. Disini kita bisa melihat keindahan alam Kota Berastagi hingga pemandangan gagah dan megahnya Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak di sisi lainnya. Jika anda ingin memperoleh angle foto suasana gunung yang bagus untuk, datanglah saat pagi/ subuh, menjelang atau sambil menunggu matahari terbit.



Dari Bukit Gundaling, selanjutnya saya menuju Museum Karo, dimana terdapat bermacam benda bersejarah peninggalan nenek moyang etnis Karo yang masih tersimpan dan tertata rapi. Dalam museum juga ada seorang petugas yang dapat menjadi pemandu untuk menjelaskan secara detail koleksi-koleksi yang ada dimuseum ini.

Setelah puas melihat koleksi peninggalan sejarah nenek moyang bangsa Karo, selanjutnya saya berjalan sedikit kearah pusat kota, di mana disana berdiri kokoh Tugu Perjuangan Berastagi. Sedikit mengabadikan tugu tersebut, sembari bersiap melanjutkan perjalanan ke Gereja lnkulturatif Karo.

Bangunan Gereja lnkulturatif Karo sangat­sakral bagi umat Katolik, yang setiap harinya pada waktu tertentu dibuka untuk yang ingin menjalankan ibadah di sini. Desain gereja ini menggabungkan struktur eksterior yang mengusung budaya khas Batak Karo dan ciri khas gereja Katolik. Gereja lnkulturatif Karo sebelumya berlokasi tepat di Museum Pusaka Karo, namun saat ini jaraknya terpaut sekitar 600 meter.

Objek wisata terakhir yang tak boleh dilewatkan dan sangat populer di kalangan wisatawan adalah Pagoda Taman Lumbini. Pagoda Taman Lumbini yang merupakan tempat ibadah umat Budha ini terletak di Desa Dolat. Warna kuning emas terlihat mencolok dari kejauhan, dengan desain bangunan menyerupai Pagoda Shwedagon di Burma, Myanmar.



Yang Bisa Dilihat di Berastagi:

Jika ingin merasakan bagaimana kehidupan asli masyarakat Karo saat berada di Berastagi, berkunjunglah ke Desa Lingga. Desa yang masih mempertahankan kehidupan aslil dan menjunjung tinggi nilai-nilai adat istiadat setempat, meskipun penduduknya telah berbaur dengan berbagai macam agama, karena itu desa ini menjadi desa wisata di kecamatan Karo ini.

Desa Lingga ini bisa ditempuh dengan jarak tempuh 15 KM dari Kota Berastagi. Walaupun jarak tempuh ke Desa Lingga ini terbilang cukup jauh, namun merupakan salah satu destinasi wajib dan unggulan dari Parawisata Kabupaten Karo, karena disini kita dapat menyaksikan rumah adat Karo yang telah berusia lebih dari 250 tahun.

Saat singgah disini, kesempatan yang jarang sekali didapati oleh setiap wisatawan yang berkunjung disini, yakni melihat dan menyaksikan kegiatan adat rembuk untuk membicarakan proses penguburan salah seorang kerabat mereka yang baru saja meninggal dunia. Desa Lingga ini sangat menjaga kerukunan umat beragama, dengan melaksanakan adat sesuai keyakinan masing-masing tapi tetap melestarikan budaya peninggalan nenek moyangnya.



Wisata Belanja di Berastagi:

Hal pertama yang dilakukan sebelum melakukan perjalanan pulang adalah mencari dan membeli buah tangan atau oleh-oleh untuk dibawa pulang. Untuk itu mampirlah ke Pasar Buah Berastagi, berada tepat di Jalan Gundaling Raya, di sini kita bisa menemui aneka buah segar dari hasil bercocok-tanam masyarakat Kabupaten Karo. Pasar Buah Berastagi konon katanya telah ada sejak 200 tahun lalu dan masih berfungsi sebagaimana dulunya hingga saat ini. Jeruk Berastagi dan markisa adalah bawaan wajib bagi wisatawan yang berbelanja di sini. Jika tidak ingin repot, kita bisa juga membeli sirup markisa yang merupakan salah satu oleh-oleh khas Provinsi Sumatera Utara. Ada baiknya membeli di Berastagi karena harganya lebih murah jika dinandingkan dengan harga di Kota Medan.

Traveling to Balige, Toba Samosir - Mengenal Batak Lebih Dekat

Wisata Kuliner di Berastagi:



Berastagi yang dikenal memiliki beragam etnis masyarakatnya, terkenal akan kerukunan antar umat beragamanya, yang meski didominasi masyarakat suku Karo yang pada umumnya beragama Kristen, bagi wisatawan Muslim saya pastikan tidak akan kesulitan untuk mencari makanan halal saat berkunjung ke Kota Berastagi ini. Banyak rumah makan atau warung-warung makan yang menyediakan kuliner halal, salah satunya di sepanjang jalan dekat Tugu Perjuangan Berastagi.

Ketika malam menjelang pun, saat udara kota sudah mulai dingin, kita bisa mencicipi ragam kuliner di Jalan Djamin Ginting. Di mana berjajar para penjual ikan bakar, ayam gareng, pecel lele, mie aceh, nasi goreng, sate, hingga jagung bakar yang siap menemani malam panjang anda di Kota Berastagi. Happy traveling!