Penggalan Elok Ranah Minang - Rumah Gadang, Tradisi dan Surga Kuliner nya

Penggalan Elok Ranah Minang - Rumah Gadang, Tradisi dan Surga Kuliner nya

Baca juga:

Dipenggalan daratan Sumatera Barat ini, hati siapa yang tidak akan terpaut pada keindahan alamnya. Menapaki jalur perjalanan menuju Gunung Kerinci, yang tampak memukau, walaupun hanya sebatas pandangan dari jauh, dalam perjalanan darat dibalik kaca mobil. 

Ranah Minang - Rumah Gadang, Tradisi dan Kulinernya


Deretan persawahan menguning terhampar luas di kaki perbukitan yang menjulang. Deretan keunikan Rumah Gadang yang masih tampak berdiri kokoh disepanjang jalan.

Kabupaten Solok Sumatera Barat, masih tergolong muda. Tiga belas tahun yang lalu memekarkan diri dari Solok Sumatera Barat, kawasan yang luasnya kurang lebih memiliki luas setara dengan Pulau Belitung Propinsi Kepulauan Bangka Belitung ini secara geografis berbatasan langsung dengan Jambi. 

Menggaungkan moto kedaerahan dengan arti 'satu kawasan satu pekarangan' (Sarantau Sasurambi)

yang menggambarkan semangat persatuan dan kerukunan. Masyarakat pun diajak untuk berbenah memajukan daerahnya.

  Ranah Minang - Rumah Gadang, Tradisi dan Surga Kuliner

Luar biasa memang, karena pada dasarnya bumi Solok Selatan ini dikaruniai Tuhan dengan banyak pesona alamnya yang indah. 

Tak banyak wilayah di nusantara yang memiliki pilihan wisata yang melimpah seperti Kabupaten Solak Selatan. 

Buat para maniak pacu adrenalin, beberapa jalur arung jeram di sungai perawan telah tersedia. Akses baru menuju Gunung Kerinci yang notabene adalah gunung berapi tertinggi di Asia Tenggara pun telah dibuka. 

Konon, walau pun menempuh waktu 2 hingga 3 hari, setapak yang menembus hutan lebat Sumatera ini memiliki pemandangan yang jauh lebih indah daripada jalur konvensional di Kayu Aro.

Habitat alami di jalur pendakian yang menembus Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) menyajikan flora dan fauna yang beragam. 

Selain olahraga pendakian gunung, penggemar adventures juga bisa merasakan dinding-dinding batu yang tinggi tegak menjulang disekitar Solak Selatan. 

Di dalamnya, beberapa gua batu kapur dari perbukitan karst pun menantang untuk dieksplorasi. Layaknya daerah pegunungan aktif, Solak Selatan juga dikaruniai energi panas bumi yang melimpah. 

Beberapa sumber air panas pun tersebar di berbagai sudut dan digunakan masyarakat untuk kegiatan sehari-hari.

Ranah Minang - Rumah Gadang, Tradisi dan Surga Kuliner

AIR TERJUN PERAWAN - AIR TERJUN BATU LAWE SOLOK SELATAN


"Molah ... main ka aia tahun yang janiah aia-nyo rancak pemandangannyo, .. " ajakan masyarakat setempat, untuk melihat pemandangan Air Terjun Batu Lawe yang telah menjadi ikon penduduk Nagari Pasir Talang Timur. 

Tak banyak orang tahu, apalagi yang pernah ke sana. Persiapkan peralatan Trekking ringan, Kamera, Sandal Gunung serta GPS untuk melengkapi perjalanan Anda yang pastinya menantang dan memacu jiwa petualangan.

Perjalanan dimulai dari rumah penduduk paling ujung, mengikuti uda (sebutan untuk saudara laki­-laki dalam adat Minang) yang berada di depan membuka jalan untuk kita. 

Jalan setapak dan masih landai, tak banyak kesulitan. Setengah jam kemudian kita akan tiba di sebuah batu besar yang tengahnya terbelah. 

Dari spot ini lah nama Batu Lawe disisipkan. Air terjunnya sendiri masih cukup jauh naik ke hulu. 

Disinilah kita butuh alat Trekking ringan, dan Sandal Gunung, karena kita harus merayap menggapai akar rotan, agar bisa naik melewati tubuh air dan sisi sungai. 

Medan dengan kemiringan 45° membuat jalur pendakian ini tak bisa dilalui sembarang orang.

Tepat sejauh dua kilometer, pucuk air terjun pun tampak oleh mata. 

Memang benar apa yang dikatakan penduduk, air terjun ini masih sangat alami. Bersih dan berair jernih, rerimbunan pepohonan rindang menaungi kedua sisinya. "Rancak bana aia­ nyo, indak kariang"

gumam uda sang pemandu jalan. Sebelum anda memberanikan diri memanjat batu granit besar yang berada di tengah, ada baiknya istirahat terlebih dahulu setelah lelah trekking menuju tempat ini. 

Untuk mendapatkan spot foto terbaik naiklah kepuncak air terjun yang lebih tinggi, tentu saja resiko celana basah akibat terjangan air akan anda alami. 

Namun, sesampai di atas, anda akan mendapati pemandangan yang menakjubkan, mengambil foto dari spot terbaik di Air Terjun Batu Lawe Solok Selatan ini.

Ranah Minang - Rumah Gadang, Tradisi dan Surga Kuliner

Di ketinggian lebih dari 500 mdpl ini, angin terasa sejuk menyegarkan. Dedaunan bergoyang perlahan, dan mata mulai sayup terbuai membuat ingin sebentar memejamkan mata, menikmati keindahan alam disertai hembusan angin yang sejuk, terasa ingin berlama-lama dan malas untuk turun kebawah.

RUMAH GADANG - RUMAH TRADISIONAL MINANG SUMATERA BARAT


Nagari-nagari yang tersebar se-antero Kabupaten Solok ini masih menyisakan rumah tradisional sketsa rumah gadang, yang ber arsitektur atap seperti tanduk kerbau. 

Rumah-rumah Gadang yang berasal dari Solok Selatan Sumatera Barat ini merupakan ciri khas rumah adat Minang, tampak mencolok mata dengan atapnya yang menjulang dan dindingnya yang terbuat dari kayu.

Sebagian besar masih digunakan, baik sebagai tempat tinggal maupun balai pertemuan nagari. Eksisnya Rumah Gadang ini dibuat dari kayu Juar yang luar biasa kuat. Mirip-mirip dengan kayu Besi atau kayu Ulin di Kalimantan.

Di kawasan Muara Labuh alias Muaro Labuah, rumah tradisional sumatera barat masih sangat mudah untuk ditemukan. Bahkan, di kecamatan Solok ini terdapat wilayah Seribu Rumah Gadang.

Jalanan yang tak lebar dan bangunan yang rapat membuat kawasan ini bak perkampungan tua. Memang tak sampai seribu rumah, namun ratusan pucuk-pucuk atapnya menjulang ke angkasa laksana ribuan. 

Spot terbaik untuk melihatnya adalah dengan menaiki pucuk Surau Menara. Musholla tua yang tak kalah antiknya. Dibangun tahun 1894, pembangunan tempat ibadah ini sarat akan makna.

Tips:
  • Solok Selatan dengan ibu kota Padang Aro dapat ditempuh dengan jalan darat dari kota Padang selama 8 jam perjalanan. Selain menginap di Padang Aro, satu jam sebelumnya adalah kota kecamatan Muara Labuh. Kita bisa juga menjadikan kota kecil ini sebagai base perjalanan. Lebih baik menyewa kendaraan dari kota Padang karena di daerah Solok Selatan sulit untuk dicari dan tujuan wisatanya pun tersebar.
  • Daerah Solok Selatan juga terdapat kebun Teh Mitra Kerinci, dimana kita bisa mencicipi teh putih ekspor yang konon katanya termahal harganya di dunia.
Total tiang pendukung bangunan berjumlah 13 dan tiang utama sebanyak 6 buah. Masing-masing melambangkan rukun sholat dan rukun iman. 

Tentu saja, satu buah tiang utama yang paling besar menandakan ke-Esa-an Tuhan. Menuju ke puncak paling atas adalah perjuangan tersendiri karena sempitnya ruangan, tapi suguhan panoramanya sungguh luar biasa.

Selain bentuk khasnya, beberapa rumah masih menyisakan interior tradisional yang menakjubkan, termasuk disalah satu rumah warga disini, yang masih terdapat puluhan macam aksesoris Tradisional Budaya Minang. 

Tak ketinggalan pula, berbagai perkakas tua pun menghiasi dinding dan lantai rumah yang sekaligus menjadi homestay bagi para wisatawan. 

Bahkan, tampak sebuah kamar berkelambu yang di dalamnya dilengkapi aksesoris pernikahan adat Minang. Layaknya seperti kamar pengantin. 

Seakan-akan kita merasa sedang terdampar diwaktu ratusan tahun silam, karena hanya televisi dan sebuah pemanas air yang nampak menandakan kita diabad milenial.

Ranah Minang - Rumah Gadang, Tradisi dan Surga Kuliner

TRADISI BUDAYA DAN KESENIAN MINANG


Wilayah Solak Selatan saat ini sekaligus mencakup bekas area kekuasaan kerajaan zaman dahulu. Berhubungan erat dengan kerajaan Pagaruyung yang jauh di utara, Kerajaan Sungai Pagu pernah Berjaya pada masanya. 

Terbentang jauh hingga pesisir selatan dan perbatasan Jambi, empat raja yang mewakili masing-masing suku memimpin negri.

Beberapa peninggalan raja seperti harta peninggalan berharga masih bisa kita temui. Namun, yang paling utama sebenarnya adalah warisan adat-istiadatnya yang masih kuat. 

Tradisi yang masih mengakar kuat masyarakat Solak Selatan. Sambutan hangat dan bersahabat akan selalu mengiringi kita sepanjang perjalanan. Tak ada bedanya dengan pedesaan di Jawa. 

Bahkan, sebuah Tari Piring dan atraksi Pencak Silat disajikan khusus oleh masyarakat nagari Pasir Talang Timur untuk para wisatawan. Tari Piring dengan gerakan yang dinamis dibawakan gadis-gadis setempat. Sementara jurus-jurus silat mematikan diperagakan dengan apik oleh para pemudanya. 

Di seantero nusantara, Silat Minang sangat disegani dan diakui memiliki keindahan gerak sekaligus mematikan.

Beberapa aktor laga bahkan wisatawan manca negara pun sengaja datang dari jauh. Mereka menekuni silat di sini, langsung dari asalnya. 

Silat Harimau Minang/ Silat Minangkabau Harimau yang terkenal beraliran keras tersebut, masih diajarkan secara turun-temurun di Solak Selatan.

MASAKAN MINANG, SURGA KULINER TERLEZAT DIDUNIA


Masakan Padang telah terkenal di seluruh nusantara. Rendang pun dinobatkan sebagai salah satu makanan terlezat di dunia. 

Selama melanglang buana di Tanah Minang, ini kita akan disuguhkan berbagai masakan minang yang lezat dan menggugah selera. 

Sebut saja Gulai Ayam Jengkol, Lontong Kuah Cubadak, Pisang Pangek, Ayam Pop, dan pastinya masakan terlezat didunia RENDANG. 

Bahkan Sayur Gulai Pakis yang berbahan dasar Pakis pun mudah ditemui. Lemang Padang yang berupa Ketan bercampur santan dan garam dimasukkan ke dalam bambu khusus yang telah dilapisi daun pisang. 

Dimasak dengan api kayu bakar, panas yang diterima harus merata agar ketan bisa matang seluruhnya. Bambu wajib dibolak-balik. Lemang sudah matang jika bambu sudah terbakar sedikit dan atau santan sudah tidak mendidih lagi.

Menikmati lemang tradisional, dengan pemandangan alam yang asri, suasana tradisional masyarakat minang, sungguh akan membawa kita menuju surga nya kuliner dunia

Apalagi dengan ditambah durian dan tapai ketan hitam, rasanya seperti kombinasi makanan ringan terenak. Sungguh Luar biasa.

Resep pembuatannya dituturkan turun-temurun dan tidak diubah bahan­bahannya. Mungkin karena itu Lah cita rasa khas Masakan Minang tetap terjaga hingga sekarang. 

Bahkan, pembuatan rendang di sini pun diolah selama minimal empat jam. Kelapa­kelapa paling tua digunakan untuk hasil terbaik. Solok Selatan tak pernah berhenti memukau, membuat siapa saja ingin kembali ke tanah ini. Happy Traveling
Advertisement

Loading...
Buka Komentar
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments