Dunia Asa - Dunia Wisata dan Kuliner

Dunia informasi wisata, Kuliner, Paket Tour Wisata, Resep, tips wisata, Backpacker, Wonderful Indonesia, Liburan Bersama Keluarga

Menikmati Liburan Akhir Tahun di Pulau Derawan

Meliputi 5.120 km dari timur ke barat, Indonesia diyakini terdiri dari 17.508 pulau, walaupun sebenarnya itu bukanlah suatu angka yang pasti, karena tidak ada yang benar-benar tahu berapa sesungguhnya jumlah pulau-pulau yang tersebar di negeri ini. Dunia Asa - Dunia Wisata dan Kuliner, akan selalu memberikan informasi tentang tujuan wisata untuk anda setidaknya satu pulau dalam setiap postingan kami, entah itu pulau besar, kecil, berpenghuni ataupun tidak berpenghuni, atau bahkan yang dihiasi hotel mewah.

Dan kali ini kami mengajak anda untuk mengunjungi pulau-pulau Derawan nan elok, terletak di kepulauan Sangalaki, Kalimantan Timur.

Derawan adalah sebuah pulau kecil yang dapat dituju melalui Tarakan, Kalimantan Timur dengan menggunakan speedboat. Gugusan pulau yang dihiasi dengan pondok-pondok apung yang berjejer di atas perairan jernih berwarna hijau toska serta beberapa resor diving sebagai akses untuk memasuki dunia bawah laut yang luar biasa. Dan tidak hanya itu, kita juga bisa berenang dengan penyu laut, menyelam dan berenang dengan ikan pari manta atau hanya sekedar bermain-main di antara ubur-ubur yang tentu saja jinak alias tidak menyengat.

Wisata Alam Danau Toba Samosir - Tanahnya Orang Batak


Berpegangan dengan satu tangan yang mencengkeram keras cangkang Penyu Laut Hijau, disertai dengan mengayuh air dengan tangan lainnya, berenang dan meluncur di air yang jernih berwarna hijau toska bersama-sama dengan penyu laut hijau akan menghadirkan perasaan damai dan tentram dihati, dan merupakan suatu pengalaman yang tidak akan pernah bisa dilupakan.

Yang Menarik Lainnya dari Pulau Derawan:

  • Ibu Penyu:

Jika kunjungan Anda bertepatan dengan bulan purnama, maka anda akan dapat menyaksikan ibu penyu muncul dari perairan dangkal dan berjalan ke pantai. Pengawas dan relawan akan menemani Anda ke titik-titik bertelur penyu pada malam hari yang terkenal ini.

  • Menapaki Jalan Berpasir

Jalanan utama di pulau ini berpasir sehingga Anda bisa berjalan-jalan tanpa alas kaki. Para penyapu jalan selalu siap dengan sapu bertangkai panjang untuk membuat jalan bagi para pejalan kaki. Tidak ada jam sibuk atau mobil di sini. Sesekali hanya terdengar suara motor dan Anda dapat berjalan mengelilingi pulau dalam 40 menit. Penduduk lokalnya sangat ramah, hidup mereka dipenuhi dengan aktivitas memancing dan pariwisata.

  • Seafood

Derawan memiliki banyak restoran seafood ala rumahan, kebanyakan restoran disini berada diatas laut, atau disebut dengan restoran terapung, dan yang paling terkenal adalah Dira Restaurant yang berada tepat di atas dermaga, dimana anda bisa sambil menyaksikan penyu-penyu berenang. Meja makan ditata di sekitar sebuah lubang besar di tengah restoran sehingga kita dapat melihat ikan yang berenang dibawahnya yang mungkin adalah salah satu jenis ikan yang menjadi pesanan kita.



Akomodasi atau penginapan di Pulau Derawan kebanyakan dibangun di atas air, sehingga jika terbangun di pagi hari kita akan langsung disajikan pemandangan air yang jernih berwarna hijau toska dan disambut penyu-penyu hijau laut didepan penginapan. Pulau Derawan (Kepulauan Sangalaki) merupakan lokasi menyelam paling populer di Indonesia setelah Raja Ampat di Papua Barat, terdiri dari serangkaian 31 pulau bernama dan dua pulau berpenduduk, Derawan dan Maratua.

Derawan merupakan sebuah pulau yang dipenuhi dengan bungalow, restoran terapung dan resor diving kecil. Terumbu karang yang mengitari kepulauan ini yang merupakan rumah bagi 870 biota laut seperti jenis ikan dari kuda laut pygmy sampai ikan pari manta raksasa. Pulau ini juga terletak di jalur migrasi penyu laut karena pantai nya yang landai dengan pasir halusnya yang sempurna sebagai tempat bersarang bagi penyu laut.

Sedangkan untuk sampai ke Pulau Sangalaki memerlukan waktu sekitar satu hari dari Derawan, untuk itu akan lebih baik kita membawa perbekalan makanan dan minuman dan menyewa sebuah kapal beserta kaptennya yang banyak terdapat di Pulau Derawan dan disewakan untuk pengunjung yang ingin mengelilingi dan menuju pulau-pulau lainnya.



Daerah Cagar Alam Sangalaki adalah tempat penangkaran bagi penyu-penyu laut, yang mana disini telur penyu diinkubasi, diberi tanda serta dilindungi. Penangkaran dan penetasan dari ratusan telur penyu ini, paling hanya 50% nya saja yang selamat dan mencapai kedewasaan, jadi demi perkembangan dan mempertahankan ekosistem populasi penyu proyek konservasi ini sangatlah penting. Keselamatan penyu biasanya terancam oleh burung laut, ikan besar dan para pemburu.

Selama perjalanan menuju Pulau Sangalaki kita akan memasuki habitat alami ikan pari Manta, penghuni laut raksasa yang memiliki sirip mencapai empat meter ini dikala sedang meluncur ke permukaan laut dengan gerakan yang indah memecah permukaan air laut dari waktu ke waktu. Dan yang lebih menakjubkannya lagi, kita bisa berenang berdampingan dengan mereka.

Dengan snorkel, masker dan sepatu katak yang telah disiapkan sebelum keberangkatan, operator kapal dengan senang hati akan mematikan mesin memenuhi permintaan kita untuk terjun ke dalam air memasuki dunia laut yang penuhi raksasa-raksasa lembut ini berdiam. Jangan takut, makhluk raksasa ini adalah jenis hewan laut pemakan plankton sehingga tidak akan tertarik dengan sumber makanan lainnya, sehingga tentu saja untuk berenang bersama-sama dengan mereka cukup aman.

Namun demikian, pastinya adrenalin kita akan terpacu saat berbagi tempat dan berenang bersama-sama dengan makhluk-makhluk menakjubkan ini.

Tidak hanya berenang dengan makhluk-makhluk raksasa menakjubkan yang memacu adrenalin kita, namun setibanya didarat, dimana terdapat sebuah danau, yakni Danau Kakaban. Danau Kakaban yang unik dan menakjubkan ini dikenal juga dengan danau ubur-ubur, yang berada di Pulau Kakaban. Danau ini terletak di atas permukaan laut, berisi air laut yang terjebak dan telah berevolusi selama jutaan tahun. Dan yang lebih menakjubkannya lagi, Danau seperti ini hanya ada dua di dunia yang menjadi fenonema alam yang unik.

Danau yang telah menjadi pertanyaan para ilmuwan-ilmuwan dunia selama bertahun-tahun, tentang bagaimana tanaman dan hewan ini bisa bertahan hidup dalam danau tinggi dan terisolasi ini?

Melihat kenyataan ini, tentu saja merupakan suatu hal yang sungguh menakjubkan, apalagi ditambah dengan berbagai macam kehidupan laut yang unik yang berada didalamnya, akan semakin membuat kita takjub tentunya.

Gugusan Taman Kepulauan Wakatobi - Pulau Hoga dan Suku Bajo


Danau ini dipenuhi oleh ubur-ubur yang tidak menyengat, yang saat kita terjun dan berenang ke danau ini, maka kita akan menjadi teman berenang mereka seakan-akan ada yang memijit dan menggelitik tangan, kaki, dan tubuh kita.

Yang lebih menakjubkannya lagi, kadar garam di danau ini sangat tinggi, jadi kita tidak usah bersusah payah mengayuh kaki kita hanya sekedar untuk mengapung didanau ini, karena dengan kadar garam yang tinggi kita akan sangat mudah sekali untuk terapung dan berenang bersama makhluk-makhluk jelly yang cantik ini walaupun selama berjam-jam lamanya.

Menurut data yang ada, Danau Kakaban ini memiliki empat jenis spesies ubur-ubur yang telah berevolusi menjadi tidak menyengat dan tidak berbahaya.

Berenang bersama mereka sungguh merupakan sensasi yang luar biasa, dengan bentuknya yang transparan, dengan berebagai macam ukuran, ada yang besar, ada yang kecil, dan yang lebih mengasikkannya lagi, mereka mendekati siapa saja yang sedang berenang di Danau ini, bukan malah menjauhi atau takut dengan kehadiran kita.

Masih banyak keajaiban laut yang dapat kita saksikan disini, selain ubur-uburnya, seperti bunga karang, tubeworm, teripang dan berbagai spesies aneh lain yang sampai saat ini belum diketahui jenis spesies apa.